Jasindo Malang Buka Ruang Bagi Keluarga Korban Air Asia

MALANG -  PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) merupakan lead insurance pada kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Tidak sendiri, PT Asuransi Sinar Mas yang juga sebagai co insurance saat ini sedang melakukan verifikasi data untuk menetapkan ahli waris.
Sebanyak 39 warga Kota dan Kabupaten Malang yang menjadi korban tragedi tersebut membuat Jasindo Malang angkat bicara. Departmen Teknik Jasindo Malang M. Kaniksma Kapisdian Poses mengatakan, meskipun verifikasi data dan keputusan terkait pembayaran asuransi dilakukan oleh Jasindo pusat, pihaknya tetap membuka ruang bagi keluarga korban yang ingin bertanya terkait klaim asuransi tersebut.
“Verifikasi data dan keputusan tentang pembayaran asuransi dilakukan oleh Jasindo Pusat. Namun di sini kami juga membuka ruang bagi keluarga korban yang ingin bertanya tentang asuransi tersebut,” terangnya pada Malang Post.
Saat ditemui di kantornya yang berada di Jl. Letjen Sutoyo ia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi dari Jasindo Pusat terkait apa yang harus dilakukan karena semua sudah dihandle oleh mereka. Ia juga mengatakan, akan membantu Jasindo pusat jika data keluarga korban dari Malang masih kurang. Ia juga mengungkapkan, verifikasi data yang saat ini sedang berlangsung juga harus menunggu beberapa korban yang belum ditemukan. Sesuai peraturan yang ada, asuransi akan dibayar untuk korban meninggal yang sudah ditemukan.
“Dalam pembayaran asuransi ada beberapa data yang harus diverifikasi salah satunya adalah kejelasan tentang status korban meninggal. Namun jika dalam waktu 60 hari korban tidak juga ditemukan maka akan dinyatakan meninggal,” paparnya.
Kaniksma mengatakan, ia belum mempunyai kapasitas untuk menjelaskan lebih detail tentang mekanisme pembayaran yang akan dilakukan. Sementara untuk kabar terkait penerbangan ilegal yang dilakukan AirAsia QZ8501 menurutnya saat ini masih dalam penyelidikan.
“Kalau masalah hukumnya terkait itu ilegal atau tidak adalah tanggung jawab AirAsia. Kami sebagai perusahaan asuransi hanya bertugas membayar asuransi sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama,” lanjutnya.
Di lain tempat,  PT Asuransi Sinar Mas Malang sebagai co insurance AirAsia juga tidak banyak memberikan komentar terkait pembayaran asuransi yang melibatkan pihaknya. Hal yang dilakukan pusat saat ini adalah verifikasi data untuk menentukan siapa ahli waris keluarga korban.
“Kami tidak bisa memberikan banyak komentar. Itu keputusan pusat,” ujar Admin PT Asuransi Sinar Mas Malang, Mita.
Sementara itu, Kepala Kantor OJK Malang Indra Krisna menegaskan, pihak asuransi yang terlibat wajib membayar asuransi terlepas dari apakah AirAsia melakukan penerbangan ilegal atau tidak. Ia juga mengatakan, saat ini OJK Malang sedang melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk melakukan verifikasi data.
“Asuransi wajib dibayar. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah kota untuk memverifikasi data korban dan keluarga korban dari Malang. Hal itu dilakukan agar nanti bisa ditentukan siapa ahli waris yang berhak menerima dana asuransi itu,” pungkasnya. (mg5/fia)