Hotel Geber Menu Spesial dan Room Rate Khusus

MALANG - Langkah-langkah strategis dilakukan pelaku bisnis hotel untuk menjaga angka okupansi, mulai dari menggandeng travel agent untuk menggaet tamu, membuat paket harga kamar murah, hingga  mengenalkan promo food and beverage.
Public Relation Swiss Belinn Ires Mariska mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, low season akan terjadi di periode Januari hingga Maret. Pada periode tersebut, Swiss Belinn telah menyiapkan strategi internal dan eksternal.
 “Pada Januari hingga pertengahan Maret nanti memang low season. Kami memanfaatkan waktu untuk membenahai beberapa infrastruktur hotel dan melakukan training kepada seluruh staff demi meningkatkan pelayanan,” ucap Ires.
Untuk menggaet tamu demi menjaga okupansi, Ires mengatakan hotel yang berada di belakang @MX Mall tersebut telah menyiapkan menu tematik yaitu Bali Thai Season yang akan berlaku hingga selama tiga bulan ke depan.
“Target kami, di akhir Januari, okupansi rata-rata bisa di angka 58 persen. Selain mengandalkan menu, kami juga menggandeng sekitar 20 travel agent untuk melancarkan promo paket wisatanya,” ungkap dia.
Manager Hotel Grawidya Batu Rahma Amalia mengatakan, pembenahan hotel mulai dari penambahan gedung pada bagian belakang hotel dan berbagai fasilitasnya tengah dilakukan.  Tidak kalah dengan hotel lain, Rahma juga memberikan berbagai promo khusus pada hari Sabtu dan Minggu. Hal itu dilakukan agar mampu mencapai target okupansi sebesar 50 persen.
”Saat low season bukan berarti kami berdiam diri dan menunggu tamu datang. Tapi kami manfaatkan waktu ini untuk membenahi halaman belakang dan penambahan gedung,” terang Rahma.
Menurutnya, meskipun low season letak hotel yang strategis berada di jalan utama menuju Kota Batu memberikan dampak tersendiri. Banyak dari kalangan keluarga yang menghabiskan akhir pekannya untuk berlibur ke Kota Batu menginap di hotelnya.
”Kita terbantu dengan letak hotel yang strategis sehingga saat low season di sini masih lumayan ramai,” lanjutnya.
Terkait larangan rapat di hotel bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Rahma mengatakan aturan tersebut sudah dicabut oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Ia menjelaskan, pihaknya dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sempat melakukan aksi damai di Surabaya pada Desember lalu.
”Setelah aksi damai yang dilakuka oleh PHRI di Surabaya pada Desember lalu, sekarang sudah mulai ada dan banyak pegawai pemerintah yang melakukan rapat di tempat kami karena larangan itu sudah dicabut oleh Menpan,” ungkap Rahma.(mg5/fia)