Elpiji Turun Harga, Pertamina Untung Tipis

PT Pertamina (Persero) memutuskan menurunkan harga jual elpiji non-subsidi tabung 12 kilogram (kg) menjadi Rp 129.000 per tabung, dari harga sebelumnya Rp 134.700 per tabung. Harga baru itu berlaku mulai Senin (19/1/2015) pukul 00.00 WIB.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, penurunan harga elpiji merespons penurunan harga CP Aramco, patokan Pertamina dalam pembelian gas dan minyak. Selain itu, Ali juga mengatakan, penurunan harga elpiji 12 kg tersebut dalam rangka membantu pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok, termasuk elpiji di samping bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Ali, meski menurunkan harga elpiji Rp 5.700 per tabung, tetapi Pertamina masih mendapat keuntungan. “Untung tipislah. Pertamina ini masih untung tipis,” kata Ali.
Dengan penurunan harga Rp 5.700 per tabung, Pertamina masih untung sekitar Rp 500 per kg. Menurut Ali, margin sebesar Rp 500 per kg yang diambil Pertamina tidaklah terlalu besar jika dibanding dengan harga bahan pokoknya yang mencapai Rp 8.000 per kg. “Kan cuma berapa persen?” kata Ali.
Ditemui terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan, harga baru elpiji ini–menurut laporan yang ia terima–adalah harga rata-rata dari tanggal 25 Desember 2014 – 16 Januari 2015.
Rini juga menyampaikan, dengan harga jual Rp 129.000 per tabung, berlaku Senin pekan depan, Pertamina masih mendapat untung. Adapun keputusan Pertamina untuk menaikkan harga elpiji 12 kg beberapa pekan lalu – dari Rp 114.900 per tabung menjadi Rp 134.700 per tabung – disebabkan Pertamina mengalami kerugian.
“Makanya mereka naikkan (harga elpiji 12 kg). Tapi harga internasional ternyata turun terus. Dan setelah kita hitung, kenaikan (kemarin) itu terlalu tinggi. Oleh karena itu, kita turunkan lagi dari Rp 134.700 menjadi Rp 129.000 per tabung,” ucap Rini.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di Istana Negara mengumumkan penurunan harga elpiji non-subsidi tabung 12 kilogram menjadi Rp 129.000 per tabung dari sebelumnya Rp 134.700 per tabung. “Harga elpiji turun jadi Rp 129.000,” kata Presiden Jokowi saat jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat siang.(kps/fia)