Saham Semen Anjlok

Penurunan harga saham produsen semen masih terus berlanjut. Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penurunan harga jual Rp 3.000/sak, saham-saham produsen semen langsung diselimuti sentimen negatif.
Menurut Riset Harian Daewoo Securities, investor kaget atas pengumuman tersebut karena mengira ada campur tangan langsung pemerintah ke pasar semen. Sehingga aksi jual pun tak terhindarkan.
Namun Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, penurunan harga semen itu bukan intervensi pemerintah melainkan inisiatif dari produsen semen pelat merah yaitu PT Semen Indonesia Tbk. Sehingga hal ini murni aksi korporasi.
Kendati demikian, harga jual yang turun berarti selisih marjin yang makin tipis. Menurut Daewoo, investor khawatir penurunan harga ini akan mempengaruhi kinerja perusahaan ke depan.
Ada dua produsen semen besar di lantai bursa, yaitu PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Hari ini hingga pukul 11.40 waktu JATS, sahamnya masing-masing anjlok 3,25% dan 5,17%.
Saham INTP akhir pekan lalu sudah jatuh 10,3%, pagi tadi dibuka di Rp 22.300 dan siang ini jatuh 3,25% ke Rp 21.575 per lembar.
Sementara saham SMGR pekan lalu juga jatuh 7,4%. Pagi tadi sahamnya dibuka di Rp 15.000 per lembar dan siang ini terjun 5,17% ke level Rp 14.225 per lembar. Investor asing paling getol melepas saham dua produsen semen ini, ditampung oleh investor domestik.
"Reaksi investor ini sudah bisa diprediksi karena harga jual yang rendah berarti marjin perusahaan semakin kecil," kata Daewoo Securities dalam riset hariannya, Senin (19/1/2015).(dtc/ary)