Dari Modal Dagang Cincau

Berawal dari menjadi penjual Es Cincau, Owner Istana Cup Seller Cicilia, memberanikan diri untuk mencoba peluang usaha percetakan logo pada gelas plastik. Dalam waktu delapan bulan dirinya berhasil mencetak lebih dari 600 logo dengan omset saat ini mencapai Rp 200 juta per bulan.
Cicilia menjelaskan, ketika menjual Es Cincaunya, ia sering kesulitan untuk mencari tempat untuk mencetak logonya pada gelas plastik yang digunakan. Dari omset berjualan es Rp 8 juta per bulan itu ia gunakan untuk membuka usaha lain yaitu cetak logo. Permintaan yang semakin meningkat, membuat Cicilia menggandeng pabrik pencetak gelas plastik yang ada di Surabaya.
“Saat itu, di Malang belum begitu banyak usaha minuman dalam gelas. Sablon gelas juga belum ada. Background sebagai penjual es membuat saya mengerti seperti apa masalahnya dan apa yang dibutuhkan,” ungkap Cicilia pada Malang Post.
Jika pada saat membuka usaha hanya mempunyai pelanggan di daerah Malang, kini Cicilia sudah melayani pemesanan hingga luar pulau mulai dari Medan hingga Wamena, Papua. Menurutnya, bisnis yang berjalan sangat baik karena banyaknya pelanggan dalam waktu delapan bulan itu karena pelayanan dan kualitas yang selalu ia jaga. Ia menjelaskan, sebagai seorang penjual es, yang dibutuhkan adalah gelas plastik untuk menjadikan tampilan es lebih cantik dan mudah dibawa ke mana-mana. Hal itu karena tutup gelas menggunakan alat press sehingga tidak akan tumpah.
“Saat ini, penampilan dan rasa itu menjadi prioritas utama penjual es. Jika es hanya dimasukkan dalam plastik maka akan terlihat biasa. Berbeda dengan es dalam gelas plastik. Pasti tampilannya akan semakin cantik,” tuturnya.
Terkait logo, ia mengatakan, setiap orang ingin jika usahanya dikenal oleh banyak orang. Adanya logo pada gelas plastik membuat masyarakat lebih mudah dalam mengingat produk yang dibuat. Harga yang murah juga menjadi hal yang penting atas keberhasilan usaha tersebut. Namun ia selalu memakai gelas plastik dengan ketebalan 5 cm hingga 7 cm agar tidak mudah sobek.
“Siapa yang nggak ingin usahanya dikenal? Logo itu akan membuat produk kita lebih diingat oleh masyarakat,” lanjutnya.
Ia mengatakan, dalam bulan pertama, ia hanya mampu memproduksi sekitar 10 karton gelas plastik. Namun kini ia telah melayani hingga 35 karton per bulan dimana dalam satu karton itu berisi 2000 gelas plastik. Sehingga jika dihitung, maka ia sudah bisa mencetak 70 ribu gelas per bulan.
Cicilia juga mengungkapkan, pangsa pasar dari bisninyaadalah kalangan menengah. Hal itu dilakukan untuk membantu pebisnis muda mengembangkan bisnisnya.
“Harga yang murah dan target pasar adalah kalangan menengah memang disengaja agar bisa membantu anak muda mengembangkan bisnis minumannya,” tambah Cicilia.
Terdapat dua pilihan cetak logo yang bisa dipilih oleh pelanggan yaitu sablon dan printing. Selain itu, pelanggan juga bisa memilih ukuran gelas yang diinginkan.
Saat ini, usaha berjualan Es Cincaunya juga masih berjalan dengan omset Rp 10 juta per bulan. Tidak hanya mengandalkan berjualan di depan toko, kini ia telah menggandeng sekitar 10 rumah makan di Malang Raya untuk memasarkan cincaunya.(daris ilma/ary)