Toyota Bakal Ekspansi 10 Cabang di 2015

Sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) memperluas jaringan penjualannya meski penjualan mobil di tahun ini diprediksi stagnan. PT Toyota Astra Motor (TAM), misalnya, berencana membangun sekitar 10 cabang penjualan (sales, service & spare part) yang lokasinya tersebar di seluruh pulau. Outlet ATPM mobil Toyota per Desember 2014 tercatat sebanyak 273 unit.
Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, mengatakan, investasi untuk pembangunan cabang penjualan tersebut diestimasikan lebih dari Rp 50 miliar per unit. “Investasi untuk masing-masing cabang penjualan kami bervariasi karena nilainya tergantung harga tanah yang saling berbeda di setiap daerah,” kata Rahmat di Jakarta, Senin (19/1/2015).Tujuan dari penambahan jaringan penjualan ini adalah menjangkau pasar yang potensial serta memperkuat posisi pasar Toyota. Penjualan mobil Toyota di tahun 2015 diestimasikan sama jumlahnya dengan realisasi penjualan pada 2014, yaitu sekitar 400 ribu unit. Toyota Avanza masih menjadi kontributor utama terhadap total penjualan di tahun lalu tersebut. Rahmat mengatakan target penjualan Toyota pada tahun ini cenderung stagnan karena mempertimbangkan proyeksi penjualan mobil nasional di tahun ini berada kisaran 1,2 juta unit, atau setara dengan penjualan pada 2014.
“Kami melihat pertumbuhan industri otomotif di tahun ini diproyeksikan stagnan, jadi kami menargetkan penjualan Toyota di tahun ini setidaknya mencapai penjualan di tahun 2014,” urainya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil sepanjang tahun 2014 sebanyak 1,2 juta unit. Penjualan mobil pada tahun lalu turun sebesar 1,7 persen, atau menjadi 1.208.337 unit dari 1.229.901 unit pada 2013. Rahmat menuturkan makro perekonomian nasional akan mempengaruhi laju penjualan otomotif nasional. Suku bunga yang relatif tinggi dan inflasi memicu konsumen menunda pembelian kendaraan bermotor roda empat. Bank Indonesia pada pekan lalu tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 7,75 persen.
Rahmat menganalisa kondisi pasar otomotif di semeseter I 2015 diprediksi akan melambat, namun kondisinya akan lebih positif pada semester II seiring dengan membaiknya perekonomian nasional dan daya beli masyarakat. Pertimbangan kondisi pasar otomotif nasional juga menjadi pertimbangan utama Toyota untuk meluncurkan model mobil terbarunya. Rahmat belum bisa menjelaskan lebih rinci mengenai jadwal dan model mobil Toyota yang akan diluncurkannya. “Model yang diluncurkan akan disesuaikan dengan keinginan konsumen, kami mengikuti terus perkembangannya dan tren perilaku konsumen,” tuturnya diplomatis.
Sejumlah ATPM sudah merilis model teranyar di awal tahun 2015, seperti PT Honda Prospect Motor, yang merilis varian terbaru (facelift) New Honda CR-V di pekan kedua Januari. Adapun, total penjualan Honda pada 2014 naik sebesar 73,9 persen, atau menjadi 159.147 unit dari 91.493 unit pada 2013. Mobilio, Brio Satya, dan Jazz tercatat sebagai tiga mobil Honda yang menjadi penyumbang terbesar untuk penjualan Honda pada tahun lalu. Honda Mobilio yang baru diperkenalkan pada awal tahun 2014 menjadi mobil terlaris Honda dengan membukukan penjualan sebanyak 79.288 unit di sepanjang tahun lalu.
Lebih lanjut, Rahmat mengatakan penambahan jaringan penjualan Toyota Astra akan tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan. Rencana penambahan cabang penjualan Toyota tersebut bisa bertambah jumlahnya sesuai dengan target yang ditetapkan Toyota Astra. “Jumlahnya bisa lebih dari 10 cabang penjualan,” ia menambahkan.(was/fia)