Ikuti Regulasi, Tiket Citilink Naik Rp 20 Ribu

Tarif terendah Citilink dipatok Rp 545 ribu untuk menyesuaikan regulasi pemerintah.

MALANG–Maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia mendukung keputusan pemerintah untuk pemberlakuan tarif penerbangan batas bawah sebesar 40 persen. Terhitung sejak 15 Januari 2015 lalu, maskapai itu memberlakukan tarif terendah untuk semua rute penerbangan di Indonesia.
“Pemberlakuan tarif batas bawah sesuai dengan ketentuan Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Menteri Perhubungan No. 91, yang mengharuskan maskapai penerbangan wajib menerapkan batasan tarif normal yang merupakan tarif jarak terendah sampai tarif jarak tertinggi,” ujar Branch Manager Citilink Malang, Fajar Indra Cahyono.
Dia menyebutkan, hal yang sama pun berlaku untuk penerbangan Malang-Jakarta dan sebaliknya. Sehingga, dengan pemberlakuan tersebut maka harga terendah tiket Citilink sebesar Rp 545 ribu. Menurutnya, harga itu hanya naik sedikit dengan batas paling bawah bila tidak ada promo.
“Selisihnya sedikit kok, hanya Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu saja. Di luar harga promo seperti di tahun lalu yang beberapa kali ditawarkan Citilink. Tetapi tahun ini sudah tidak diperbolehkan lagi promo itu,” beber dia kepada Malang Post.
Indra menuturkan, kenaikan yang tipis itu tidak mempengaruhi minat penumpang. Sebab, selama ini penumpang juga mendapatkan harga tiket yang dinamis dan berubah-ubah. “Harga tiket kan tergantung season. Sehingga, tidak terlalu terpengaruh perubahan ini untuk minat naik pesawat,” beber dia.
Sementara itu, pekan lalu di Jakarta President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan menyampaikan hal penting. Bahwa pemberlakukan tarif batas terendah seperti yang diminta pihak regulator sudah diberitahukan kepada semua perwakilan Citilink di seluruh Indonesia. Secara serentak sejak Kamis lalu (15/1) sesuai aturan baru dari Kemenhub yang dikeluarkan pada 30 Desember 2014, maka harga tiket sudah sesuai regulasi.
Albert berharap, Kementerian Perhubungan juga mengawasi secara ketat implementasi dari PM No.91/2014 terhadap semua maskapai penerbangan sehingga aturan tersebut betul-betul dipatuhi dan tidak ada yang melanggar. Baik maskapai premium, menengah maupun LCC.
Citilink menyadari bahwa secara umum aturan itu dikeluarkan sebagai upaya untuk memperbaiki iklim dunia penerbangan nasional agar menjadi lebih baik. Sesuai PM No.91/2014, tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dihitung berdasarkan tiga komponen  utama, yaitu tarif jarak, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Iuran Wajib Asuransi Pertanggungan Kecelakaan Penumpang (IWJR).(ley/ary)