sosialisasi OJK di Malang

MALANG – Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Agus Sugiarto, kembali menegaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdiri bukan karena kelalaian pengawasan terhadap perbankan, atau terkait dengan kasus Bank Century. Tapi OJK berdiri karena  sebagai respon atas kompleksitas di sektor jasa keuangan.
“Ada enam alasan berdirinya OJK. Pertama adalah konglomerasi bisnis, hybrid product, regulatory arbitrage, moral hazard , perlindungan konsumen, dan koordinasi lintas sektoral,’’ rinci Agus saat membuka Edukasi Wartawan untuk sosialisasi OJK di Majapahit Room, Hotel Santika kemarin (26/1).
Dari enam pilar tersebut, Agus pun menguraikan jika OJK ini berdiri tidak hanya sebagai pengawas tapi juga melindungi konsumen dalam berinvestasi. Bukan itu saja, kepada seluruh peserta yang hadir, Agus pun menerangkan jika OJK memiliki visi dan misi.
“ Visinya jelas, yakni menjadi lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta dapat memajukan kesejahteraan umum,’’ tambahnya.
Dia mengatakan, OJK mengusung tiga misi sekaligus, yakni mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan dan akuntabel. Sedangkan misi ke dua adalah mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan  dan stabil.
“Misi ke tiga berdirinya OJK adalah melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat,’’ urainya.
Kendati hanya melakukan pemaparan sangat singkat, namun  pria asal Malang ini menjelaskan cukup gamblang terkait tugas dan fungsi OJK. Bahkan, pria ini juga banyak membahas tentang investasi bodong yang saat ini banyak beredar di masyarakat.
“Ini pentingnya kami berdiri, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang melek investasi. Tentu saja, investasi yang dilakukan harus investasi yang aman,’’ katanya.
Pembicaraan tentang investasi bodong ini pun kian menarik. Itu karena peserta yang merupakan wartawan se-Jatim aktif bertanya, baik tentang pengamanan maipun pengawasan OJK dalam lembagai investasi.
“Masyarakat wajib melihat dulu, lembaga pengawasnya sebelum melakukan investasi. Ini penting, sebagai pengamanan,’’ katanya.
Kedua yaitu jangan tergiur dengan suku bunga yang nilainya jauh lebih tinggi dari perbankan.  “Kalau ada lembaga yang menjanjikan suku bunga jauh lebih tinggi dari perbankan wajib ditelusuri lebih lanjut, terutama profil lembaganya. Jangan sampai, niat konsumen berinvestasi justru merugikan,’’ tambahnya.
Dia juga tidak menampik jika selama ini korban dari lembaga keuangan kerap bingung membuat laporan. Tapi dengan berdirinya OJK ini, Agus pun memastikan konsumen tidak perlu bingung lagi, itu karena konsumen bisa mengadu ke OJK. Selanjutnya, OJK akan bertindak, pertama melihat lembaganya, kemudian pengawasnya.
“Jika pengawasan lembagan keuangan itu ada pada kita langsung kita tangani, sebaliknya jika lembaga lain, nanti pengaduan tersebut  dilanjutkan oleh Satgas,’’ urainya. (vik/fia)