Centerpoint Reorder Koleksi Imlek

MALANG – Kendati puncak konsumsi masyarakat untuk perayaan Imlek diperkirakan baru terjadi pada H-7, namun penjualan produk tematik tahun baru Cina di Centerpoint terlihat cukup tinggi.
“Ada beberapa produk tematik Imlek yang sudah order ulang karena sudah habis dibeli oleh konsumen, utamanya busana anak-anak baik laki-laki maupun perempuan,” jelas Store Manager Centerpoint Department Store, Elvi Ridhatin.
Elvi menjelaskan, tahun ini Centerpoint lebih fokus untuk memasarkan koleksi Imlek dari sektor garmen. Busana-busana cheongsam berbagai model didatangkan langsung dari Shanghai. Sementara itu, pernak pernik lain seperti patung dewa hingga berbagai pohon mei hwa juga tetap ada, namun tidak sebanyak tahun lalu.
“Produk yang didatangkan lebih general. Seperti busana, pemakainya tidak hanya etnis Tinghoa, namun konsumen umum juga banyak yang tertarik membeli,” ungkap dia.
Ia menambahkan, karena Centerpoint mendatangkan busana Imlek langsung dari Shanghai, maka rentang harganya pun cukup tinggi. Untuk anak-anak mulai Rp 59 ribu hingga koleksi dewasa yang mencapai Rp 600 ribu.
“Saat ini, cheongsam perempuan lebih glamour. Banyak aplikasi payet dan manik-manik. Beberapa juga brokat. Kalau warna tetap merah,” imbuh dia.
Selain koleksi khusus Imlek yang diimport langsung dari Cina, brand kongsinyasi juga mengeluarkan produk tema serupa. Hanya saja, koleksi-koleksi tersebut memiliki model lebih umum  dan hanya bermain di warna merah yang memang identik dengan perayaan tahun baru Cina.
“Seperti brand Executive. Blouse maupun kemeja perempuan mengambil tema warna merah untuk menyambut Imlek. Yang seperti ini banyak menjadi jujugan perusahaan untuk dipakai sebagai seragam,” ungkap dia.
Koleksi imlek tersebut menurut Elvi akan dipasang hingga tanggal 19 Februari mendatang. ia menargetkan, busana-busana Imlek tersebut akan sold out, atau jika tersisa tidak lebih dari 5 persen.
“Untuk Imlek kali ini, tidak ada program khusus untuk mengatrol penjualan. Manajemen cukup percaya diri hanya dengan mengandalkan penjualan in store,” tukas dia.(fia)