BPJS Ketenagakerjaan Panen Peserta, Target Terlampaui

MALANG – Perubahan status tak membuat kinerja BPJS Ketenagakerjaan mengalami penurunan. Justru, sepanjang 2014, lembaga tersebut mampu meng-grab 420 perusahaan baru untuk menjadi peserta, atau lebih besar dari target yang ditetapkan yaitu 300 perusahaan.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Malang, Sri Subekti mengatakan, hingga saat ini ada 2400 perusahaan di Malang Raya yang telah bergabung dengan perusahaan yang dulu bernama PT Jamsostek tersebut.
“Target 2014 terpenuhi. Di tahun ini, perusahaan menargetkan penambahan kepesertaan sebanyak 1000 perusahaan,” ungkap dia.
Perempuan yang akrab disapa Beti ini menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan optimis target kepesertaan sebanyak 1000 perusahaan bisa terpenuhi. Pasalnya di Malang Raya cukup banyak instansi-instansi baik formal maupun informal yang belum ter-cover jaminan ketenagakerjaan.
“Potensi di Malang masih sangat besar. Seperti dari koperasi, lembaga pendidikan, pelaku bisnis advertising, hingga notaris,” rinci perempuan berkacamata itu saat ditemui Malang Post di tempat kerjanya kemarin (26/1) siang.
Ia mengatakan, untuk menggaet perusahaan-perusahaan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan dinas terkait untuk melakukan sosialisasi. Apalagi, saat ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pelaku usaha ketika mengajukan ijin usaha harus menyertakan bukti kepesertaan BPJS ketenagakerjaan baik dalam bentuk kartu keanggotaan maupun sertifikat.
“Langkah lain adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media dan ke perusahaan secara langsung. Langkah ini sesuai dengan misi tahun ini yaitu tahun edukasi, dimana BPJS ketenagakerjaan akan fokus melakukan sosialisasi fungsi dan peranan kepada masyarakat,” imbuh dia.
Semenjak berubah status dan nama dari PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan pada awal 2014, layanan yang diberikan perusahaan tersebut sedikit mengalami perubahan. Jika dulu peserta mendapat jaminan kematian, kecelakaan kerja, hari tua, dan pemeliharaan kesehatan, maka saat ini pemeliharaan kesehatan kerja dijamin oleh BPJS Kesehatan.
“Hanya beralih, namun untuk jaminan ketenagakerjaan sendiri manfaatnya tidak akan berkurang, justru bertambah. Selain jaminan kecelakaan kerja, kematian, program hari tua, juga ada program pensiun,” ungkap dia.
Beti melanjutkan, khusus untuk program pensiun, jika tidak ada aral melintang akan diluncurkan pada Juli mendatang bersamaan dengan operasional penuh BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program pensiun tersebut, peserta bisa mendapatkan dana pensiun kendati tidak berstatus Pegawai Negeri Sipil.(fia)