LKM Terpadu, Investasi Murah Tak Lagi Impian

MALANG – Investasi tidak melulu bisa dilakukan oleh orang-orang berkantong tebal. Mahasiswa atau petani pun bisa berinvestasi. Salah satunya dengan Layanan Keuangan Mikro (LKM) Terpadu.  
Layanan yang dikenalkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Desember 2014 lalu dengan slogan  si Pintar. Melalui program ini, investasi masyarakat tidak butuh modal besar. Bahkan dengan Rp 250 ribu saja masyarakat bisa berinvestasi.
Hal ini kemarin disampaikan oleh Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ria Pristiani dalam materi tentang Layanan Keuangan Mikro kepada peserta Edukasi Wartawan untuk sosialisasi OJK kemarin. Menurutnya Layanan Keungan Mikro terus disosialisasikan. Tujuannya jelas, masyarakat berekonomi rendah juga melek investasi.
“Ada dua bentuk Layanan Keuangan Mikro, pertama Layanan Keuangan. Layanan keuangan tersebut di dalammnya ada produk keuangan, contohnya Simpanan, Investasi, Proteksi, dan Pinjaman. Kedua adalah Jasa Keuangan, yakni  Konsutasi dan informasi produk dan jasa keuangan, Jasa pengiriman uang (transfer) selanjutnya Jasa pembayaran dan pembelian produk,’’ tambahnya.
Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah bisa memanfaatkan layanan ini, karena  memiliki keunggulan. Pertama adalah memberikan alternatif produk dan jasa keuangan, proses yang sederhana dan cepat, tidak memerlukan persyaratan yang rumit, dapat diperoleh dengan harga terjangkau, biaya administrasi yang rendah, dapat dibeli di berbagai oulet baik di kantor lembaga jasa keuangan maupun agen penjualan lainnya.
Ria melanjutkan, di LKM Terpadu, masyarakat bisa mendapatkan tiga produk investasi sekaligus. Tiga produk tersebut dicontohkan seperti Tabungan, Mikro Reksa Dana, dan Asuransi Mikro Indonesia, atau Tabungan, Emas dan Asuransi Mikro.
“Katakanlah Rp 250 ribu, konsumen bisa meletakkan di produk TabunganKu Rp 100 ribu atau tabungan sejenis, Rp 100 ribu untuk investasi di Reksa Dana Mikro dan Rp 50 ribu untuk Asuransi Mikro. Produk  lainnya pun sama, contohnya Rp 100 ribu untuk TabunganKu, Rp 100 ribu untuk pembelian cicilan emas, dan Rp 50 ribu untuk Asuransi Mikro,’’ rincinya panjang lebar.
Dengan banyaknya kemudahan serta keuntungan yang diberikan, Ria pun  berharap produk LKM Terpadu ini tersedia di seluruh lembaga jasa keuangan dan masyarakat di seluruh Indonesia termasuk di Malang.
“Kalau produk-produk Layanan Keuangan Mikro semua lembaga jasa keuangan memiliki, tapi untuk produk LKM Terpadu belum banyak, termasuk di Malang,’’ tambahnya.(vik/fia)