Trio Toyota Kuasai Market Malang

MALANG - Sepanjang 2014, Toyota masih menjadi merek kendaraan favorit para konsumen mobil di Malang. Terbukti, tiga koleksi pabrikan otomotif yang berbasis di Jepang tersebut mampu merajai pasar di kelasnya masing-masing.
Seperti Avanza. Kendaraan yang masuk kelas Low Multi Purpose Vehicle (MPV) ini menguasai market sebesar 41.45 persen, sedangkan di kelas middle MPV, Kijang Innova mampu mendominasi hingga 87 persen. Keluarga termuda Toyota, Agya juga mampu merajai kelas Low Cost Green Car (LCGC) hingga 31.09 persen di Malang raya.
Senior Sales Executive Toyota Auto 2000 Sutoyo, M Yunus menjelaskan, di Toyota sendiri, Avanza masih memberikan kontribusi penjualan terbesar. Berdasarkan data yang dirilis Toyota Malang, sepanjang 2014 Toyota mampu mendistribusikan kendaraan ke konsumen hingga 7.674 unit dimana 45 persennya adalah Avanza.
“Avanza masih menjadi kendaraan best seller. Performanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang fungsional,” tegas dia.
Yunus mengungkapkan, kendati pasar otomotif tahun ini diprediksi stagnan, namun Toyota tetap optimis dengan menargetkan pertumbuhan di atas persen. Ia menambahkan, Toyota telah menyiapkan mobil baru di 2015, namun tiga jagoan Toyota yaitu Avanza, Agya, dan Innova masih menjadi andalan untuk menarik konsumen.
“Untuk Malang dan sekitarnya, diharapkan tahun ini penjualan bisa mencapai 12 ribu,” jelas Yunus saat ditemui Malang Post di dealer Toyota Auto 2000 Sutoyo kemarin (27/1) siang.
Di 2015, Yunus mengatakan Toyota telah menyiapkan strategi-strategi penjualan untuk menggaet konsumen, mulai dari promo bunga dan cicilan murah, membuka pameran hingga meresmikan lounge di Plaza Araya untuk tempat beristirahat bagi pengunjung mall sekaligus pusat informasi produk Toyota.
“Nggak ada syarat khusus untuk menikmati lounge, cukup menunjukkan KTP dan mengisi buku tamu saja,” imbuh Yunus.
Ia menegaskan, untuk tahun ini memang tidak ada inovasi promo, sebab program yang sudah ada cukup efektif untuk menggaet konsumen. Yunus mencontohkan, pameran menjadi ajang efektif menarik pembeli khususnya yang berasal dari luar kota.
“Pembeli-pembeli dari kabupaten sering kali enggan jika harus masuk ke dealer. Mereka lebih memilih untuk datang ke pameran di mall jika tertarik membeli mobil,” paparnya.
Strategi pameran, lanjut Yunus, mampu menyumbangkan penjualan hingga 20 persen. Menurutnya, target pertumbuhan 35 persen tersebut kemungkinan bisa terpenuhi karena saat ini ada beberapa indikasi positif, salah satunya adalah penurunan harga untuk premium dan pertamax. Hanya saja, ia berharap pertumbuhan ekonomi menunjukkan trend positif sehingga daya beli masyarakat juga terjaga.(fia)