OTP Garuda Naik Signifikan

MALANG – Perubahan pesawat dari Boeing klasik 737-300 menjadi seri 737-800 New Generation (NG) membuat On Time Performance (OTP) Garuda Indonesia sepanjang 2014 mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun lalu, OTP maskapai pelat merah tersebut berada di atas 85 persen. Angka ini jauh lebih baik dari tahun 2013 dimana rasio ketepatan waktu hanya di kisaran 73 hingga 75 persen.
“Peralatan pesawat lebih baru dan modern, sehingga relatif lebih bisa mengatasi kondisi cuaca dimalang yang cenderung hujan,” jelas Manager Garuda Indonesia Branch Office Malang, Agung Prabowo.
Agung mengungkapkan, selama tahun 2014, Garuda Indonesia hanya mengalami 4x divert penerbangan Malang – Jakarta karena cuaca yang buruk. Hal ini berbeda dengan tahun 2013 dimana divert atau pengalihan penerbangan ke bandara Juanda dilakukan lebih dari lima kali karena kondisi cuaca buruk tidak memungkinkan pesawat Garuda untuk melakukan penerbangan maupun pendaratan di bandara Abd Saleh.
Perubahan pesawat yang memiliki kapasitas lebih besar juga berpengaruh pada pertumbuhan volume penumpang. Di tahun 2014, traffic penumpang Garuda meningkat sekitar 15 persen dari tahun sebelumnya.
Ia menambahkan, di tahun ini,Garuda Indonesia fokus untuk mengejar target angka load factor. Jika di tahun 2014, tingkat isian pesawat rata-rata berada di angka 75 persen, maka tahun ini perusahaan penerbangan yang dinobatkan sebagai maskapai bintang lima oleh SKYTRAX tersebut menargetkan load factor sebesar 85 persen.
“Utntuk mengejar target tersebut ada beberapa strategi yang dilakukan, salah satunya dengan membuat program-program, salah satunya early bird,” rinci dia.
Sementara itu, terhitung 1 Februari, Garuda Indonesia kembali menggabungkan tiket dengan airport tax. Penggabungan tersebut diberlakukan untuk penerbangan pada 1 Maret. Agung mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah karena sistem tersebut sejatinya sudah pernah dilaksanakan.
Pengutipan airport tax  pada tiket tersebut sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI No. KP/447/2014 tanggal 9 September 2014 mengenai ketentuan pembayaran Passenger Service Charge pada tiket.
Pelaksanaan Ketentuan tersebut bekerjasama dengan pihak PT Angkasa Pura I & II, maskapai penerbangan, dan International Air Transport Association (IATA). Implementasikan airport tax pada tiket tersebut telah sesuai dengan standar IATA.
“Sistem tidak ada masalah karena penggabungan tiket dengan airport tax merupakan standart layanan internasional,” kata Agung.
Dengan ketentuan tersebut, maka penumpang nantinya tidak perlu lagi melakukan pembayaran PSC pada saat melakukan check-in di bandara, sehingga hal tersebut akan memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih bagi penumpang dalam melaksanakan penerbangan. (fia)