Sempat Tembus Level Tertinggi Ke Level 5.348 Poin

MALANG – Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) telah berhasil menyentuh level tertinggi dua pekan lalu. Pekan ini pun, analis pasar saham memprediksi bila indeks akan bergerak positif dan terus berlanjut sepanjang Februari. Perdagangan kemarin pun sempat menembus posisi baru di level 5.348 poin
Pengamat Pasar Saham, Kartono menuturkan, saat ini level tertinggi masih di posisi 5.332 poin. Menurutnya, tren positif di bulan Februari membuat banyak pengamat memprediksi level tertinggi akan kembali terjadi.
“Tiga hari ini pergerakan mengarah positif. Sehingga, bulan ini pun level lebih tinggi akan terjadi lagi,” tuturnya.
Menurut dia, perdagangan kemarin pun IHSG sempat mencapai level 5.348 poin. Sayangnya, catatan ini hanya berlaku sebagai intraday saja, sebab akhir perdagangan ditutup pada level 5.315 poin. “Masih belum mampu bertahan memang, tetapi pergerakan ini membuat peluang level yang digapai bisa segera terjadi,” urai dia kepada Malang Post.
Pria yang akrab disapa Nando ini memprediksi, paling lambat pekan depan level tertinggi bisa digapai, tidak sekadar pada perdagangan intraday atau harian saja. Alasannya, investor memandang ekonomi global sangat bagus, begitu pula iklim ekonomi di Indonesia. Selain itu, harga minyak dunia yang bertahan di level rendah membuat sektor lain sangat kuat.
Sementara itu, mengawali perdagangan kemarin, IHSG melaju 23 poin ke level 5.315 poin. Naiknya harga minyak dunia menggairahkan pasar saham global dan regional. “ IHSG sebelumnya ada di level 5.325 pada Jumat 23 Januari 2015 lalu. Rekor itu langsung terpecahkan dengan posisi tertinggi 5.348 poin,” ujar Sales Equity Sucor, Agus Prayitno.
Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 31 ke level 5.323. Saham-saham unggulan langsung jadi sasaran aksi beli. Sebaliknya, sektor agrikultur, konsumer, dan konstruksi terkena aksi jual memasuki perdagangan Sesi II. Aksi jual banyak dilakukan investor domestik IHSG ditutup naik 23 ke level 5.315 poin.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kemarin ditutup menguat tipis di posisi Rp 12.635 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Selasa (3/2) lalu di Rp 12.645 per dolar AS. (ley/fia)