Larangan Jeroan Impor Tak Berpengaruh di Malang

MALANG – Pasar modern (supermarket) di Kota Malang tidak khawatir akan adanya larangan impor jeroan sapi yang disuarakan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman akhir Januari lalu. Pasalnya, sejak setahun terakhir untuk wilayah Malang dan Jawa Timur, peredaran daging sapi impor dan jeroannya sudah dilarang untuk memaksimalkan potensi penjualan daging sapi peternak lokal.
Divisi Manager Fresh Product Hypermart Malang, Budi Errianto menyampaikan, bila semua supermarket di Malang tidak akan terpengaruh seruan dari Menteri Pertanian yang didukung pula oleh Menteri Perdagangan.
“Malang dan Jawa Timur pasti sangat siap menghadapi ini. Sebab, sejak akhir 2013 lalu kan sudah ada larangan daging sapi impor dan jeroannya dari Gubernur Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut dia, selama ini supermarket sudah kuat dengan penjualan daging sapi lokal. Dulu, ketika kebijakan awal disampaikan oleh Pemprov Jatim memang sempat terpengaruh tingkat penjualannya. Namun, lama-lama customer sudah terbiasa dengan persediaan yang ada di Hypermart.
“Sempat lah dulu terpengaruh. Beberapa customer sudah terlanjur suka dengan kualitas daging sapi impor. Tetapi, sejak 2014 lalu sudah tidak ada masalah bila harus membeli daging lokal,” urai dia kepada Malang Post.
Menurutnya, hal ini mungkin berbeda dengan provinsi lain yang masih belum menerapkan kebijakan seperti di Jawa Timur. Customer akan merasa kehilangan, namun hanya sesaat saja. Ketika sudah terbiasa dengan persediaan lokal, maka konsumsinya pun menyesuaikan.
Pria yang akrab disapa Didik ini menuturkan, berita yang telah beredar juga tidak berpengaruh pada customer. Rata-rata pelanggan Hypermart, sudah mengenali persediaan yang ada di supermarket yang terletak di Matos itu. “Tidak ada pertanyaan soal jeroan impor atau lokal, walaupun kami juga menjual jeroan seperti paru,” terangnya.
Dia menyampaikan, kebijakan yang disuarakan ini diharapkan bisa diimbangi pula oleh peternak lokal. Kesehatan dari sapi lokal juga harus dijamin, sehingga kualitasnya tidak mengecewakan.
Terpisah, Sales Manager Carrefour Market Malang Blimbing, Ninik Indrawati menuturkan hal yang senada. Carrefour sudah tidak menjual baik daging maupun jeroan impor lebih dari setahun ini. “Sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di Jatim, kami juga sudah tidak menjualnya,” ujarnya.
Ninik menuturkan, mendukung apapun yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Seandainya di Jatim belum melakukan hal serupa, bila ada aturan yang resmi, Carrefour pun langsung menaatinya.
“Seperti dengan pengawasan produk impor apel yang beberapa waktu terakhir juga ramai dibicarakan. Fresh product kami sebagian besar produk lokal,” tandas dia. (ley/fia)