Market Share Honda Melesat Berkat Brio dan Mobilio

MALANG – PT Honda Prospect Motor (HPM) melakukan penetrasi pasar di Kota Malang pada awal tahun ini. Caranya dengan meresmikan fasilitas pelayanan service dan spare parts diler Honda Mandalasena di lokasi yang strategis, yakni di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo yang mengandalkan sistem green dealer menggunakan water based print.
Ekspansi berupa service center itu merupakan yang pertama dlakukan oleh Honda di tahun 2015 ini. Keunggulannya, selain area yang lebih strategis, fasilitas layanan lebih lengkap dan menjadi satu.
“Tempat baru ini dilengkapi dengan fasilitas sesuai dengan standar kualitas Honda. Ada pelayanan service, spare part, bodi dan pengecatan,” ujar Presiden Direktur PT HPM, Tomoki Uchida.
Menurutnya, area itu untuk menunjang penjualan Honda yang semakin melesat sepanjang 2014 lalu. Tercatat, Honda berhasil menggapai market share di Malang sebesar 12,8 persen tahun lalu. Sementara, pada 2013 lalu marketshare masih di angka 5,53 persen.
“Market share sebagai acuan ekspansi yang pertama di Malang ini. Penjualan tahun lalu terdongkrak adanya dua tipe mobil, yakni LCGC Brio Satya dan low MPV Mobilio,” beber dia.
Menurut dia, penjualan yang tumbuh pesat itu mesti diimbangi dengan layanan purna jual yang memadai. Sehingga, dengan lokasi yang lebih nyaman dan luas, Honda bisa meningkatkan pelayanan dan pelanggan mencapai kepuasaan terbaik. Hasil akhirnya, berupa penjualan mobil yang akan semakin meningkat di 2015 ini.
Sementara itu, Marketing and After Sales Service Director PT HPM, Jonfis Fandy mengatakan, Honda Mandalasena telah melayani konsumen Honda di area Malang selama lebih dari 26 tahun. Sehingga, dengan perluasa fasilitas service, spare parts bodi dan cat ini, membuat diler semakin maksimal dalam memberikan servis terbaik dan sesuai dengan standar pelayanan Honda kepada konsumen.
Menurutnya, fasilitas bodi dan cat Honda Mandalasena ini telah menerapkan sistem green dealer. Fasilitas ini merupakan pengecatan menggunakan air demineralisasi (water-based paint) sebagai pelarut. Tujuan dari fasilitas itu yakni mengurangi penguapan VOC ke lingkungan. “Selain itu mengurangi limbah berbahaya yang bisa mencemari tanah dan air. Honda Mandalasena ini yang pertama di Malang yang menerapkan sistem water based.
Terkait lokasi service tersebut, Honda memanfaatkan lahan seluas 2.014 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Di area baru itu, terdapat 6 bay untuk general repair, 2 bay untuk quick service, 2 bay untuk periodical maintenance, 1 bay untuk wheel alignment dan 1 bay untuk final inspection. Selain itu, terdapat 2 bay untuk washing, 1 delivery bay, 1 reception bay dan 10 bay untuk bodi dan cat. Area parkirnya pun sangat luas, bisa mencapai 15 mobil.
Di tempat itu, pelayanan service, bodi dan cata bisa maksimal antara 30-50 unit mobil per hari dan bisa mencapai  75 unit mobil ketika masa peak seperti menjelang lebaran. (ley/fia)