Sebulan, Omzet Kantor Pos Capai Rp 2,56 M

MALANG – PT Pos Indonesia (Kantor Pos) mengawali bulan pertama di tahun 2015 ini dengan catatan omzet yang bagus. Tercatat, pertumbuhan omzet sebesar 11,61 persen dengan raihan sebesar Rp 2,56 miliar.
Manager Pemasaran Kantor Pos Besar Malang, Rusdianto menyampaikan, awal tahun ini omzet yang didapatkan bertumbuh 11,61 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. “Januari 2014 kami mendaptkan omzet sebesar Rp 2,3 miliar. Sementara, Januari tahun ini Rp 2,56 miliar,” beber dia kepada Malang Post.
Menurutnya, omzet tersebut diperoleh dari empat sektor bisnis utama yakni paket mail dan parcel, jasa keuangan, ritel dan properti serta potongan atau diskon. Sektor penyumbang paling besar pada sisi mail dan parcel.
“Sepanjang Januari lalu, perolehan surat paket pos sebesar Rp 2,17 miliar. Sedangkan tahun lalu dalam periode yang sama masih di angka Rp 1,97 miliar,” beber dia kepada Malang Post.
Secara prosentase, untuk sektor surat paket pos mengalami pertumbuhan sebesar 10,02 persen. Menurutnya, angka ini merupakan catatan yang bagus di awal tahun apalagi bila melihat tantangan di beberapa daerah yang sedang terkena masalah banjir.
“Sejak dua pekan terakhir di beberapa daerah sedang terkena banjir. Untungnya belum mempengaruhi kinerja pengiriman Kantor Pos di bulan Januari. Sepanjang Januari lalu, sektor utama mail dan parcel bertumbuh,” jelas Rusdi, sapaan akrabnya.
Sementara itu, untuk sektor jasa keuangan, di awal tahun ini mengalami penurunan. Diakui oleh dia, catatan yang diperoleh hanya sebesar Rp 269,64 juta. Bila dibandingkan dengan periode yang sama, terjadi penurunan karena raihan tahun lalu sebesar Rp 315,08 juta.
Pria asal Sidoarjo ini menuturkan, secara keseluruhan keuntungan yang diperoleh Kantor Pos di awal tahun ini sebesar Rp 992 juta. Laba diperoleh setelah dikurangi biaya seperti beban pegawai, beban operasi, administrasi dan beban umum.  
“Pengeluaran sepanjang Januari lalu sebesar Rp 1,57 miliar. Turun 0,60 persen dan membuat laba bulan lalu mencapai Rp 992 juta,” imbuh dia.
Dia memprediksi, untuk Februari ini Kantor Pos akan mendapatkan tantangan terkait perolehan pendapatan. Selain banjir di beberapa kota, hari efektif kerja lebih sedikit ketimbang Januari lalu. “Hari efektif hanya 23 hari, ditambah dengan banjir, tantangan untuk dapat omzet lebih baik,” pungkas dia. (ley/fia)