Pedagang Ikut Serbu Klenteng

MALANG – Penjualan pernak-pernik Imlek kini tidak hanya berada di Mall maupun pertokoan. Penjaja pernak-pernik Imlek kini mulai berdatangan ke lokasi-lokasi yang banyak didatangi kaum Tionghoa saat beribadah atau merayakannya.
Sebut sekitaran Kelnteng Eng An Kiong Kota Malang yang dipastikan ramai bakal didatangi kaum Tionghoa. Banyak penjual pernak-pernik Imlek berjualan di sekitar Klenteng dengan harapan mendapatkan limpahan rezeki Imlek.
‘’Kalau banyak orang yang beli pernak-pernik Imlek ini, berarti kami juga mendapatkan rezeki Imlek,’’ terang Aris, salah satu penjual pernak-pernik Imlek di sekitar Klenteng Eng An Kiong.
Pria ersebut sudah tiga kali Imlek berjualan di tempat yang sama. Hanya saja, penjualan tahun ini masih belum sesuai harapan seperti tahun-tahun sebelumnya.
‘’Mungkin mereka masih menunggu hari H untuk membeli pernik-pernik Imlek. Saya tetap optimis dagangan laku habis sampai Cap Go Meh nanti,” ungkapnya sembari tersenyum.
Kepada Malang Post, Aris menjelaskan jika sudah sejak bulan Januari dirinya memesan kepada pusat sentra penjualan barang-barang Imlek. Barang tersebut kemudian dijual Februari ini. Meskipun dirasa cukup sepi, namun rasa khawatir yang melanda berubah menjadi rasa bahagia ketika ada beberapa pembeli yang memborong barang dagangannya.
“Apalagi biasanya dalam selang waktu beberapa jam ada pembeli yang datang dari luar kota dan suka dengan kualitas barang dagangan saya. Namun, tetap saja pembeli yang datang hingga saat ini masih bisa dihitung. Semoga saja saat mendekati perayaan Imlek nantinya akan ada peningkatan dalam jumlah pembeli,” ujarnya penuh harap. (mg/feb)
 

Grosir Pernik Imlek di Pasar Besar
Toko pusat serba-serbi Imlek mulai memajang dagangan sejak beberapa hari terakhir menjelang Imlek ini. Mereka berharap, Tahun Kambing memberikan berkah berupa dagangan yang laris seperti perayaan Imlek tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pusat penjualan serba-serbi Imlek adalah Toko Susana di Jalan Pasar Besar Malang. Aneka asesoris, perlengkapan ibadah hingga makanan ringan tersedia di toko tersebut. Hanya saja, geliat penjualan pernik-pernik Imlek tersebut belum terasa hebat sejak kemarin.
‘’Pernak-pernik Imlek sudah lengkap di sini, mulai lampion, pakaian, aneka asesoris lain, baju hingga perlengkapan ibadah. Makanan makanan ringan untuk menyambut Imlek juga tersedia. Sejauh ini, kami masih menunggu pembeli,’’ tegas Iwan Anggono, penjual kebutuhan Imlek ini.  
Iwan mengaku, pernak-pernik snack saat perayaan Imlek berlangsung masih menjadi andalan penjualan. Hanya saja pendapatan sekitar sebulan ini masih kurang dari Rp 3 juta mengingat geliat warga Tionghoa belum banyak melakukan belanja.
‘’Kami lebih mengutamakan penjualan pernik-pernik Imlek ini secara grosir. Jadi harga pernik-pernik itu tentu lebih murah jika dibanding dengan eceran,’’ ungkapnya.  
Dia menjelaskan, lilin juga sudah disediakan di tokonya. Lilin yang sudah ready-stock sejak beberapa bulan lalu sampai saat ini masih tersedia secara utuh. (mg/feb)