April, Sriwijaya Pakai Pesawat Baru

MALANG – Demi mengatrol pertumbuhan Sriwijaya Air di Malang, maskapai yang dikomandani Chandra Lie ini akan melakukan pergantian pesawat dari seri klasik Boeing 737-300 menjadi seri 737-800 Next Generation (NG) untuk melayani rute Malang - Jakarta.
“Rencananya,  penggantian pesawat ini akan direalisasikan pada awal April,” jelas District Manager Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah saat ditemui Malang Post kemarin (16/2) siang.
Yusri mengatakan, pesawat Boeing 737-800 NG ini memiliki kapasitas penumpang lebih besar ketimbang seri sebelumnya. Jika seri 737-300 berkapasitas 147 seat ekonomi, maka seri terbaru mampu memuat 170 penumpang untuk sekali penerbangan.
“Kemungkinan besar, pesawat baru akan dipakai di flight pagi dan sore, karena permintaan penumpang paling banyak di jam tersebut,” papar bapak tiga anak itu.
Yusri menjelaskan, pembaruan pesawat tersebut sesuai dengan business plan 2015, hanya saja ada sedikit penyesuaian. Awalnya, pesawat tersebut akan memuat penumpang dengan konfigurasi seat ekonomi dan bisnis, namun melihat kondisi saat ini, maka pengadaan kelas bisnis akan ditunda.
“Ada beberapa faktor yang membuat langkah bisnis sedikit berubah dari bussines plan, salah satunya beberapa kebijakan pemerintah yang kurang menguntungkan maskapai,” ungkap dia.
Salah satu kebijakan pemerintah yang kurang menguntungkan bisnis maskapai adalah larangan menggelar rapat di luar daerah. Kondisi ini berdampak pada sektor selain penerbangan seperti perhotelan dan pariwisata.
 Untuk mengatasi hal tersebut, Yusri mengatakan Sriwijaya Air akan fokus untuk menggarap segmen korporat dan perorangan yang notabene adalah wisatawan. Selain itu, Sriwijaya Air juga akan berkolaborasi dengan hotel dan pengelola objek wisata.
“Kerjasama dengan hotel bintang empat dan lima serta objek wisata untuk membuat paket-paket wisata,” imbuh Yusri.
Strategi-strategi tersebut lanjut Yusri diharapkan mampu meningkatkan load factor Sriwijaya Air pada kisaran 20 hingga 30 persen. Berdasarkan data yang dirilis perusahaan penerbangan tersebut, sepanjang 2014, penumpang rute Malang – Jakarta yang terangkut sebanyak 400-an penumpang  per bulan.
“Dengan penggantian pesawat, tentunya ada peningkatan dari 400 penumpang per bulan menjadi 500 penumpang per bulan,” rinci dia.(fia)