Persaingan Ketat, Target Okupansi Hotel Santika Turun

MALANG – Bisnis perhotelan mencoba menata target bisnis di tahun 2015 ini. Tidak terkecuali Santika Premier Hotel Malang, yang memiliki budgeting lebih rendah ketimbang tahun lalu. Tahun ini target yang dipatok sebesar 84 persen.
“Tahun ini, budgeting bisnis kami turun dari tahun lalu. Kami menargetkan okupansi di angka 84 persen, turun ketimbang tahun lalu sebesar 87,7 persen,” ujar Sales Manager Santika Premier Hotel Malang, Panji Teguh.
Dia menuturkan, beberapa hal mempengaruhi target okupansi. Misalnya, persaingan antar hotel menjaring tamu terkait pembatasan kegiatan government di hotel dan kenaikan tarif dasar listrik yang berpengaruh pada kenaikan harga kamar, service hingga food and beverages hotel.
“Paling utama karena persaingan mendapatkan tamu. Tidak bisa dipungkiri, karena larangan bagi government membuat banyak hotel mengalihkan target bisnis. Belum lagi masih akan ada hotel baru yang siap beroperasi di tahun ini,” terang dia kepada Malang Post
Menurutnya, sejatinya Hotel Santika tidak terpengaruh akan larangan meeting di hotel yang terjadi mulai akhir tahun 2014 lalu itu secara langsung. Pasalnya, pasar government di hotel yang beralamat di Jalan Letjend Sutoyo tersebut hanya sebesar 5 persen saja. Segmen lain seperti corporate lebih besar, di kisaran 70 persen. “Kami terpengaruh ketika harus berebut segmen corporate dengan hotel lain. Sementara, faktor lain seperti kenaikan harga telah mempengaruhi harga di Santika,” papar dia panjang lebar.
Oleh sebab itu, di tahun ini hotel tersebut lebih realistis dengan patokan target. Menurut dia, target ini juga akan dimaksimalkan begitu mendekati semester kedua mendatang atau lebih tepatnya ketika memasuki musim liburan di medio Mei-Juli mendatang.
“Untuk saat ini masih low season. Sektor yang dimaksimalkan baru F and B dan meeting room. Untuk kamar hotel masih sepi,” terangnya.
Salah satu cara untuk memaksimalkan sektor F and B yakni upgrade menu yang kerap dilakukan oleh hotel tersebut setiap dua bulan seperti medio Februari ini. Menu restoran diperbarui untuk merefresh cita rasa bagi tamu. “Itu salah satu cara untuk menggapai target bisnis di tahun ini, dan beberapa cara lain,” pungkas dia. (ley/feb)