Harga Beras Terus Meroket

MALANG – Harga bahan pokok beras terpantau mulai mengalami kenaikan di Malang. Meskipun tidak sebesar di beberapa kota lain di Indonesia, sejak sepekan terakhir beras kualitas medium hingga premium naik di kisaran 10-15 persen.
Harga beras di pasaran kini di kisaran Rp 10.500 per kilogram untuk kualitas medium seperti Bengawan. Sementara, untuk kualitas premium dengan merek yang sama, harga di pasaran sekitar Rp 11.000 per kilogram.
 “Jenis medium dan premium sama-sama naik. Misalnya merek Bengawan untuk kualitas premium sekarang kalau eceran Rp 11.400 per kilogram. Naik antara Rp 1.000-1.300 per kilogram” ujar Listin, pedagang sore di Pasar Mergan.
Menurut dia, harga ini naik bertahap sejak empat hari terakhir. Sebelum mengalami kenaikan, harga beras Bengawan Premium dipatok Rp 10.500 per kilogram. “Terutama mulai Minggu (22/2) kemarin, harga sudah di atas Rp 11.000 per kilogram,” beber dia kepada Malang Post.
Listin mengakui, kenaikan harga ini belum mempengaruhi tingkat penjualan. Sebab menurut dia, beras merupakan bahan makanan utama yang dibutuhkan masyarakat. Sementara, untuk pasokan juga masih aman, tergantung penjual di pasaran berani mengambil beras dengan harga lebih mahal atau tidak.
Terpisah, Owner Distributor Beras UD Djaya Makmur, Andreas Robertus menyebutkan, kenaikan harga beras yang paling kentara di Februari ini karena harga beras yang beredar di pasaran sudah menembus Rp 11.000 per kilogram. “Sebenarnya harga beras sudah mulai naik sejak Oktober tahun lalu, tetapi tidak terlalu besar. Baru bulan ini mulai naik yang berimbas pada harga di pasaran,” ujarnya.
Menurut dia, Oktober lalu harga beras masih di kisaran Rp 8.200- Rp 8.600 per kilogram. Ketika ada kenaikan harga BBM, beras ikut naik di kisaran Rp 9.000 per kilogram. “Begitu harga turun, harganya tetap di kisaran Rp 9.000, tidak turun dan tidak naik,” terangnya.
Setelah bertahan hingga medio Januari lalu, harga beras mulai mengalami gejolak.  Sejak awal Februari, ada perubahan harga dari tingkat petani. Alasannya, banyak petani mengalami gagal panen akibat lahan sawahnya terendam banjir pas sesaat sebelum panen. “Kenaikan harga beras saat ini faktor gagal panen padi. Sekarang harga gabah dari tingkat petani di kisaran Rp 4.800 sampai Rp Rp 5.200 per kilogram. Padahal, sebelumnya masih di bawah Rp 3.500 per kilogram,” jelasnya.
Dia menambahkan, harga gabah setelah masuk penggilingan dan sudah menjadi beras saat ini di kisaran Rp 9.700 per kilogram. Harga akan semakin mahal setelah lepas dari penggilingan dan akhirnya muncul harga di pasaran di atas Rp 10.500 untuk kualitas medium.
Pria yang akrab disapa Andre ini menerangkan, harga yang melonjak ini membuat pasokan di tempatnya dikurangi dengan alasan menjaga dari perubahan harga. Menurut dia, banyak distributor yang kini enggan berspekulasi akan kenaikan harga beras. “Takutnya sudah mendatangkan beras dalam jumlah banyak, eh nanti turun lagi. Main aman dulu, pasokan kami batasi dan hari ini sempat kosong,” papar dia panjang lebar.
Menurut dia, masih ada peluang kenaikan harga beras. Dia memprediksi, beras masih akan naik hingga maksimal di kisaran 20 persen atau lebih rendah ketimbang di beberapa tempat lain yang bisa mencapai 40 persen. (ley/han)