Fonterra Beri Beasiswa Pendidikan Pengembangan Sapi Perah

MALANG – Produsen susu asal Selandia Baru, Fonterra Brand Indonesia memberikan kesempatan kepada peternak sapi perah di Indonesia untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan kelas dunia melalui program Fonterra Dairy Scholarship.
Pelatihan yang berlangsung di Baturaden, Jawa Tengah dan Selandia Baru tersebut telah memberikan perubahan yang sangat singkat kepada peternak, yakni memroduksi susu lebih banyak dan meningkatkan penghasilan.
Direktur Scientific and Regulatory Affairs Fonterra Brands Indonesia, Afifudin menyampaikan, dalam kurun waktu yang singkat ada perubahan dari peserta scholarship. “Lebih dari 50 persen peternak yang mengikuti program pelatihan telah mampu memproduksi lebih banyak susu, sementara sepertiga peserta dapat beroperasi secara lebih efisien,” ujarnya, Famtrip Fonterra Daily Scholarship di Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Selasa (24/2) kemarin.
Menurutnya, paling utama bagi peserta Fonterra Dairy Scholarship adalah perubahan perilaku dalam mengelola ternak sapi perah. Melalui pendidikan tersebut, peserta mampu mengaplikasikan sistem kerja secara efisien dan mengalami pendapatan.
“Peserta di tahun 2013, 70 persen peternak telah mengalami peningkatan produksi. Sementara, 91 persen peternak telah mengalami peningkatan pendapatan,” beber dia.
Pria yang akrab disapa Afif ini menerangkan, tahun ini merupakan tahun ketiga Fonterra Dairy Scholarship. Sebelumnya, di tahun pertama atau 2013, Fonterra telah mengirimkan 10 peternak ke Selandia Baru. Di tahun berikutnya atau pada 2014 lalu, sebanyak 10 peternak sapi perah dan dua petugas lapangan menerima pendidikan tersebut.
“Untuk tahun ini sedang dalam tahap pendaftaran peserta dan akan berakhir 28 Februari 2015,” terangnya.
Menurut dia, calon penerima beasiswa harus melewati tahap seleksi. Syarat utama mengikuti program itu peternak harus memiliki peternakan sapi perah sendiri, memiliki pengalaman minimal tiga tahun dan setidaknya memiliki lima ekor sapi. Sementara itu, untuk petugas lapangan harus sudah memberikan pelayanan selama dua tahun.
Salah satu peserta Fonterra Dairy Scholarship 2014 adalah Edy Hayatullah, yang memiliki peternakan sapi perah di Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan. Setelah menyelesaikan pelatihan dari Fonterra pada November 2014 lalu, dia langsung mengaplikasikan apa yang didapatkan.
“Saya langsung mencoba menerapkan ilmunya. Salah satunya, pemahaman akan kebebasan sapi ternak. Sapi itu ketika tidak diikat, dia akan lebih cepat birahi dan lebih cepat banyak menghasilkan susu,” ujarnya.
Menurut dia, tidak hanya baginya, namun apa yang didapat langsung diberikan kepada pegawai pria yang merupakan menantu dari KH. Hasyim Muzadi, Pengasuh Ponpes Al Hikam, Malang. Pasca pelatihan, dia optimis bisa menghasilkan produksi susu.
“Bila dirata-rata, targetnya mencapai 20 liter susu per ekor sapi per hari. Sebelumnya sekitar 14 liter susu per ekor per hari,” beber dia kepada Malang Post.
Tidak hanya segi target hasil, aplikasi dari pendidikan yang diperoleh pun mengenai rumput untuk makanan ternak. Tentang bagaimana kondisi pakan yang bagus, hingga pembibitan yang lebih cepat. (ley/fia)