BRI Akan Gandeng Apersi Perluas Pasar KPR

MALANG – Pasca sukses menggelar pameran perumahan saat libur Imlek lalu, BRI Kanwil Malang tengah menyiapkan pameran yang akan menggandeng Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (Apersi) Malang. Pameran itu ditargetkan mampu memfasilitasi pengembang di kalangan menengah ke bawah, terutama pengembang rumah sejahtera tapak (RST).
Area Sales Manager Sentra Kredit Konsumer BRI Kanwil Malang J. Alfred Simanjuntak menyampaikan, sudah menjalin pembicaraan dengan Apersi terkait rencana pameran tersebut. “Kami sudah melakukan pembicaraan awal, dalam waktu dekat akan ada lanjutannya untuk segera merealisasikan pameran,” ujarnya.
Menurut dia, pameran untuk pengembang rumah menengah ke bawah, untuk menggairahkan pasar properti di sektor tersebut. Selain itu, pameran ditargetkan untuk merubah mindset pengembang tentang KPR yang disediakan BRI.
“Selama ini, memang BRI lebih banyak melakukan pembiayaan untuk perumahan menengah ke atas. Alasannya, masih minim pula pengembang yang mengenalkan KPR kami kepada user menengah ke bawah. Padahal kami juga siap membiayai rumah murah,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, masih mencari waktu yang tepat untuk menggelar pameran yang akan menggairahkan pengembang rumah murah. Diperlukan timing yang tepat, untuk menawarkan rumah dalam sebuah pameran.
“Pengenalan paling pas memang via pameran, yang akan menjangkau lebih banyak user dengan waktu cepat. Setelah itu, bisa dilanjutkan oleh masing-masing pengembang kepada calon usernya,” papar dia panjang lebar.
Sementara itu untuk saat ini, diakui Alfred, KPR BRI didominasi untuk pembiayaan dikisaran Rp 400 juta sampai dengan Rp 600 juta. Namun, KPR yang disiapkan pun bisa menembus angka Rp 1,5 miliar. “Untuk pembiayaan rumah bisa mencapai Rp 1 miliar ke atas, bahkan ada juga yang menembus angka dua atau tiga kali lipatnya,” imbuhnya.
Pada pameran di MOG pekan lalu pun, KPR di kisaran Rp 400 jutaan paling besar diajukan oleh calon user. Faktor utamanya yakni peserta pameran sebagian besar pengembang rumah menengah ke atas.
“Bila pengembang yang ikut pameran merupakan mereka yang berkecimpung di rumah sederhana, pasti pengajuan KPR-nya juga banyak dari sektor itu,” jelas Alfred.
Menurutnya, rencana pameran dengan pengembang perumahan di kelas menengah ke bawah itu, untuk memperlebar pasar KPR dari BRI di tahun 2015 ini. (ley/fia)