Sertifikasi Peternak Pacu Susu Berkualitas

MALANG - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menargetkan sertifikasi peternak sapi perah dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Hal ini untuk menggapai peningkatan kualitas susu yang ada di Indonesia serta meningkatkan hasil ternak.
Kasubdit Ternak Perah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Titiek Eko Pramudji mengatakan peternak sapi perah akan memiliki sertifikat pada 2020.
"Peternak sapi akan disertifikasi pada lima tahun ke depan berdasarkan peraturan pemerintah tentang budidaya sapi perah yang baik. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas susu yang ada di Indonesia," katanya di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (24/2/2015) lalu
Berdasarkan data 2013, kebutuhan susu segar setiap tahun sebesar 2,84 juta ton dan harus ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas dan efisiensi, serta hasil ternak. Sementara itu, untuk populasi sapi perah sekitar 636 ribu ekor dengan produksi 980 ribu ton susu segar. "Produksi susu segar sebagian besar berada di Pulau Jawa hingga mencapai 99,3 persen termasuk di Jawa Timur seperti di Malang dan Pasuruan," ujarnya.
Menurut dia, selain di Pulau Jawa, juga terdapat di Sumatera mencapai 0,34 persen, Sulawesi mencapai 0,34 persen, sedangkan Kalimantan mencapai 0,10 persen, dan Kepulauan Bali, NTT, NTB sebesar 0,02 persen. Sememtara, tingkat permintaan akan susu tumbuh rata-rata 14,78 persen per tahun, sedangkan pertumbuhan produksi hanya meningkat rata-rata 4,43 persen per tahun.
Dari data tersebut, maka akan menjadi pekerjaan rumah yang besar untuk memenuhi kebutuhan susu di Indonesia. Menurut dia, pemenuhan konsumsi susu per kapita masih jauh dibandingkan dengan negara lain di ASEAN yaitu hanya sebanyak 11,82 liter per kapita setiap tahunnya.
"Kami bekerja sama dengan stakeholder lain seperti Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Koperasi Susu, Industri Pengolahan Susu, Perguruan Tinggi dan Lembaga Pendidikan, Lembaga Penelitian, dan Peternak Sapi perah, untuk meningkatkan produksi. Targetnya, 2020 peternak tersertifikasi bagi yang bisa menghasilkan susu perah berkualitas," tandasnya.(ley/ary)