Desainer Muslim Unjuk Kreatifitas di IFW 2015

JAKARTA - Salah satu perhelatan fashion terbesar di Indonesia, Indonesia Fashion Week (IFW), kembali digelar. IFW 2015 baru dibuka  Kamis kemarin, Kamis (26/2/2015). Tak hanya menyuguhkan bazaar yang diisi produk lokal mulai dari koleksi ready to wear untuk masyarakat umum, pakaian kerja, hingga busana muslim. Bahkan busana muslim tampak mendominasi pameran IFW 2015.

Tak hanya bazaar, beberapa desainer busana muslim Indonesia juga unjuk gigi dengan menggelar fashion show koleksi terbaru mereka di IFW 2015. Di hari pertama ajang tahunan ini, terdapat 15 desainer busana muslim yang berkolaborasi dalam satu panggung untuk menampilkan koleksi terbaru mereka.

Fashion show busana muslim pertama di IFW 2015 digelar di Stage 2, Main Lobby, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat. Pagelaran dibuka oleh koleksi dari desainer muda Anggia. Dengan membawakan labelnya 'Anggia Handmade', kali ini ia menyuguhkan busana bernuansa pink dengan kombinasi material satin dan taffeta. Potongan asimetris mendominasi karyanya di panggung IFW 2015. Detail manik-manik juga mewarnai koleksi terbaru Anggia.

Setelah menampilkan kurang lebih delapan koleksi, fashion show dilanjutkan dengan penampilan dari Shasmira yang mengusung tema 'True Beauty'. Shasmira banyak menggunakan material jacquard cokelat yang dikombinasi dengan sifon. Secara keseluruhan busananya berupa gaun bertumpuk serta berpotongan asimetris.
Pagelaran busana dilanjutkan oleh Ria Baraba yang mengeluarkan koleksi serba hijau. Koleksi gaunnya dipadukan dengan outerwear berupa blazer juga jaket pendek.

Berbeda dengan Intan Fahilla yang mengeluarkan rancangan bernuansa pastel. Semua koleksinya kali ini berupa gaun panjang yang dipadukan material lace warna putih. Kombinasi lace tersebut menjadi ciri khas di koleksi terbarunya.

Jika para desainer di atas sudah menampilkan busana bernuansa warna bold dan pastel, Deny Anggraini memberikan sentuhan monokrom untuk semua koleksinya. Potongan maxi dress polos putih atau hitam yang dipadukan outerwear panjang dengan tambahan hoodie menjadi ciri khas di koleksi terbarunya.
Sementara Tuneeca bermain dengan busana tabrak warna terutama karena adanya permainan detail perca di rancangan terbarunya. Nuansa terang seperti kuning dan merah mendominasi busana terbaru Tuneeca yang menggunakan material katun sehingga cocok dipakai sehari-hari.

Selanjutnya ada desainer busana muslim asal Bandung, Errin Ugaru yang tetap setia dengan warna hitam. Errin merilis koleksi busana hitam dengan material jacquard yang dipadukan warna shocking pink pada beberapa rancangannya. Ada pula dress yang memiliki perpaduan hitam dan hijau metalik dengan aksen draperi.(dtc/fia)