OJK Pantau Klaim Asuransi Korban AirAsia

MALANG – Dua bulan pasca musibah kecelakaan pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura, ahli waris korban asal Malang masih belum mengajukan klaim asuransi. Hal ini terlihat berdasarkan pantauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang yang turut mengawal klaim yang hendak diajukan ahli waris korban.
“Masih belum ada yang mengajukan maupun pencairan bagi ahli waris korban AirAsia dari Malang,” ujar Kepala Kantor OJK Malang, Indra Krisna, pekan lalu di sela-sela Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2015 di Atria Hotel and Conference.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal itu. Misalnya keluarga masih dalam suasana berkabung, sehingga mereka belum siap untuk melakukan pengajuan. “Mungkin juga masih mencari waktu yang tepat untuk melakukan pengajuan klaim,” terang dia.
Kendala lain, bisa juga terjadi karena korban kehilangan semua keluarga inti karena dalam musibah akhir tahun itu mereka berangkat bersama seluruh anggota keluarga. Hal itu membuat keluarga non inti masih kesulitan menetapkan siapa yang berhak mengajukan klaim asuransi. “Penyebab lainnya, karena ahli waris masih mencari formula tentang siapa yang berhak menerima klaim asuransi lewat penetapan pengadilan ataukah cukup dengan rapat keluarga yang ditetapkan notaris,” tambah Indra.
Menurut dia, OJK Malang menunggu arahan dari kantor pusat maupun kantor regional, apakah perlu-tidaknya menelusuri penyebab belum diajukannya klaim asuransi korban AirAsia asal Malang. Yang jelas, dia memastikan bila asuransi tersebut tidak akan hangus. Bisa dicairkan kapan saja oleh ahli waris korban AirAsia.
“Perlakuan yang sama juga pada simpanan di bank bagi korban AirAsia. Bunga tabungan dan deposito korban, jika tidak diambil keluarganya tetap akan ditambahkan,” paparnya.
Pria ramah ini menyebutkan, OJK juga telah meminta bantuan kepada kepolisian, jika ahli waris korban AirAsia meminta keterangan kehilangan sertifikat deposito agar dipermudah dalam mengurusnya. Menurutnya, tercatat ada 44 korban yang berasal di bawah naungan OJK Malang, dan 39 diantaranya berasal dari Malang. (ley/feb)