Tanggapan Mandiri soal Penggabungan Bank Syariah

MALANG POST - Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk, Pahala N Mansury, mengatakan, perseroan belum diajak duduk bersama terkait wacana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menggabungkan tiga bank syariah nasional. Pahala menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi antara Bank Mandiri dengan Kementerian BUMN untuk membicarakan hal tersebut.
"Penggabungan unit syariah, kami belum tahu. Belum ada satu bentuk diskusi dengan kami, jadi belum bisa komentar," ujar Pahala di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (6/3), kemarin.
Selain itu, dia mengungkapkan, jika seandainya penggabungan bank syariah dilakukan, Bank Mandiri belum memperhitungkan apakah akan memberikan keuntungan atau tidak.
"Menurut pandangan kami, belum tahu menguntungkan atau tidak, karena sejauh ini belum ada diskusi seperti apa. Perlu pertimbangan, seperti apa nantinya kalau tiga bank syariah dengan pangsa pasar 40 persen itu digabung," tuturnya.
Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menggabungkan atau merger tiga bank syariah milik anak usaha perbankan pelat merah yaitu, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.
Kepala Bidang Komunikasi Publik Kementerian BUMN, Teddy Poernama mengatakan, latar belakang pemerintah untuk melakukan merger bank syariah milik anak usaha BUMN disebabkan masih minimnya perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. (vvn/jon)