Tetap Tawarkan Umrah Plus Istambul

MALANG – Bisnis perjalanan wisata dan umrah kini mulai waspada akan berkembangnya isu terbaru pasca hilangnya 16 WNI di Turki, akhir Februari lalu. Pasalnya, ketakutan akan adanya peserta perjalanan yang hilang pun mulai terjadi dan membuat bisnis tersebut turut memperketat wisatawan yang hendak berwisata. Sekalipun belum ada travel warning dari pemerintah terkait permasalahan tersebut.
Divisi Umrah dan Haji Al Amin Universal Malang, Setyo Herlambang mengatakan, sangat update dengan kabar tersebut. Alasannya, jasa umrahnya juga ada yang menawarkan paket plus ke Istanbul, Turki.
“Kami harus waspada dan mengetahui perkembangan terbaru. Termasuk adanya informasi tentang 16 WNI yang hilang di Turki,” kata dia.
Menurutnya, saat ini belum ada travel warning atau larangan dari pemerintah mengenai perjalanan wisata ke Turki. Sehingga, di Misama pun masih menawarkan umrah plus Istanbul yang akan berlangsung medio April mendatang.
“Kebetulan, paket umrah plus terdekat bulan depan. Otomatis, kami harus melihat perkembangan terbaru, baik dari pemerintah Indonesia maupun dari Turki,” beber dia kepada Malang Post.
Yoyok, sapaan akrabnya menjelaskan, kini Misama benar-benar menyeleksi dan mewajibkan segala kelengkapan dari calon jamaah. Menurut dia, hal ini demi keamanan baik untuk bironya maupun peserta.
“Apalagi kan info yang hilang itu peserta umrah plus juga. Harus berjaga-jaga, sembari menunggu kabar terbaru,” jelasnya.
Dia menyampaikan,  belum ada pengaruh apapun terkait kondisi terbaru ini. Diakui dia, permintaan umrah dan umrah plus tetap wajar, sesuai dengan kondisi di tahun ini. “Penurunan memang ada, namun itu cenderung trend tahun ini, bukan karena isu ISIS,” imbuh Yoyok.
Pria ramah ini menambahkan, calon jamaah juga belum terpengaruh. Berbeda dengan isu meningitis yang membuat calon jamaah lebih waspada.
“Ya ditunggu saja perkembangannya dan kami lebih ketat saja untuk calon jamaah,” tegasnya.
Sementara itu, Owner QA Holiday Tour and Travel, Kiky Andika menyampaikan, tidak ada informasi terbaru efek dari hilangnya WNI. Menurut dia, selain jarang ada permintaan wisata ke Turki, juga isu ini masih tergolong baru. “So far aman. Baik dari regulasi maupun dari minat wisatawan. Belum ada peraturan terbaru mas,” terang dia.
Menurutnya, untuk kunjungan atau permintaan wisata juga tidak terpengaruh. Hunting dari calon customer masih terus terjadi, baik wisata ke Asia maupun Eropa. “Efeknya kami main aman saja. Benar-benar diperketat calon wisatawannya ketika melengkapi visa dan dokumen lain,” imbuh dia.
Hampir senada, Ticketing Misama Gataria Malang, Fitria Nabila juga mengakui hal yang sama. Isu tersebut turut diupdate, bila sewaktu-waktu ada regulasi baru. “Kami tahu dan tidak berpengaruh. Bila memang ada ketentuan baru, tinggal mengikutinya saja,” sebut dia. (ley/jon)