Bisnis Keripik Tempe Teraktif di Tokopedia

MALANG – Salah satu mall online terbesar di Indonesia, Tokopedia memilih Kota Malang sebagai bagian dari Tokopedia Roadshow 2015. Malang dipilih karena merupakan kota yang memiliki sekitar 2000 seller aktif, dan menjadi kota kedua terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya.
“Malang termasuk kota yang memiliki seller dan buyer cukup aktif. Ada sekitar 2000 seller aktif dari tempat ini,” ujar Public Relation Executive Tokopedia, Siti Fauziah Selasa (10/3) kemarin, dalam Gathering Tokopedia Roadshow 2015 di Swiss-Belinn Hotel Malang.
Dia menyampaikan, wajar bila Surabaya menjadi kota nomor satu di Jawa Timur yang menyumbangkan kuantitas transaksi di Tokopedia. Namun, untuk Malang yang terhitung sebagai second city, raihan 10 besar merupakan catatan yang bagus. “Review yang kami miliki, Malang ini berada di posisi 10 terbaik dalama hal jumlah transaksi di Indonesia,” papar dia.
Dari Malang, diakui dia transaksi jual beli lebih cenderung pada barang atau produk UKM. Misalnya pengiriman keripik tempe, buah serta produksi khas Malang. Untuk barang lain seperti barang elektronik, relatif lebih kecil.
Perempuan yang akrab disapa Puji ini Tokopedia menjadi salah satu jujukan masyarakat yang tengah berjual beli dengan sistem online. Menurutnya, barang yang ditawarkan beragam, kecuali hunian dan mobil.
Menurutnya, catatan hingga Februari 2015 lalu, telah lebih dari 5 juta orang per bulan yang aktif mengakeses Tokopedia. Uniknya, akses yang dilakukan cenderung terjadi di jam kerja, antara Senin sampai dengan Jumat. Sementara, ketika akhir pekan aktivitas lebih sedikit.
Cukup mudah untuk bisa aktif di Tokopedia, baik untuk transaksi menjual maupun membeli. Pasca membuat akun secara gratis dan mendapat verifikasi, maka pemilik akun bisa melakukan transaksi. Sistem pembayaran melalu rekening bersama (rekber) dan Tokopedia menjadi fasilitator. “Setiap dana transaksi akan melalui kami, dan ditransferkan kepada penjual barang setelah barang diterima,” bebernya.
Menurut dia, hal ini bertujuan mengamankan setiap transaksi, sehingga tidak ada yang dirugikan. Selain itu, bisa meminimalisir niat tidak baik seperti memberikan barang dengan kualitas yang tidak layak. “Dari review yang diberikan, Tokopedia dan calon pembeli bisa meliha safety dari barang. Bila ternyata tidak bagus atau tidak layak, akan kami banned,” imbuh Puji.
Tokopedia tahun ini mengadakan roadshow bertemakan The Rise of The Internet Generation, Tokopedia Roadshow 2015 yang digelar di enam kota di Indonesia. Mulai dari Semarang, Denpasar, Pekanbaru, Palembang, Malang dan Makasar pada bulan Maret hingga April 2015.
Kegiatan itu terdiri dari serangkaian acara yaitu, Temu Toppers, Tokopedia Goes to Campus dan Tokopedia Goes to School. Tokopedia Goes to Campus, seminar yang menyasar mahasiswa di salah satu universitas terbaik di masing-masing kota yang dituju dengan tema Enterpreneurship di Bidang Teknologi. “Di Malang ini UM dan Machung,” tegasnya.
Menurut dia, serangkaian program itu sebagai proses edukasi untuk membangun bisnis secara online. Tujuan akhirnya untuk memanfaatkan peluang bisnis di ranah online setelah mengikuti seminar di Tokopedia Goes to Campus atau Tokopedia Goes to School. (ley/oci)