Fokus Peningkatan Service

Hotel Sahid Montana Dua Malang menargetkan okupansi sebanyak 58 persen di tahun ketiganya setelah menjadi hotel bintang tiga. Target itu naik tipis ketimbang pencapaian hotel di tahun lalu, di tengah ketatnya bisnis perhotelan beberapa tahun terakhir.

General Manager Hotel Sahid Montana Dua Malang, Slamet Sudiharto menyampaikan, target tingkat keterisian kamar tahun ini dianggap paling realistis. “Hotel semakin bervariasi, baik yang bintang tiga maupun bintang empat. Kenaikan enam persen menjadi acuan kami tahun ini,” ujarnya, di sela-sela peringatan HUT ke 22 Hotel Sahid Montana Dua, Rabu (11/3/15) kemarin.
Menurutnya, sepanjang 2014 lalu hotel yang berada di kawasan Jalan Candi Panggung ini mencatatkan angka okupansi sebesar 52 persen. Dia mengakui, capaian itu menjadi bukti bila tingkat persaingan hotel di Kota Malang sangat ketat dan hotel mesti berbagi rata untuk keterisian kamar.
“Maka dari itu, tahun ini target kami tidak muluk. Kami cenderung mempersiapkan diri dari sisi tenaga hotel,” beber dia kepada Malang Post.
Slamet menuturkan, hotel yang berada di bawah naungan PT Kharisma Montana ini akan memperbaiki tiga hal agar mendapatkan kepercayaan tamu. Yakni perbaikan manajemen hotel serta pelayanan kepada tamu. “Paling utama sisi pelayanan kepada tamu. Itu yang bisa menarik mereka kembali untuk datang setelah mempercayakan hospitality-nya kepada kami,” papar dia panjang lebar.
Pria yang mulai bergabung di Sahid Montana tahun 2009 ini menambahkan, service menjadi produk yang penting untuk mencapai target okupansi. Menurut dia, regulasi terbaru dari pemerintah terkait sektor pariwisata yang tengah digodok, membuat manajemen cenderung berbenah agar lebih siap di tahun depan.
“Bila produk servis lebih bagus di tahun ini, kami sudah siap untuk bersaing dan menjadi alternatif terbaik untuk jasa penginapan di Kota Malang. Terutama untuk unggul dengan kompetitor di bintang tiga” imbuh dia.
Sementara itu, keterisian kamar diakui oleh Slamet menyumbang 60 persen dari bisnis hotel. Sisanya, 40 persen dari sektor lain yakni food and beverages. Menurut dia, perbaikan servis juga berarti mutu pelayanan restoran serta kualitas dari F and B yang diharapkan bisa lebih menggoda bagi tamu, untuk memanfaatkan penawaran dari hotel yang memiliki Alang-alang Café ini. “Sektor F and B bisa didapat dari paket meeting, wedding hingga tamu walk in yang datang ke resto maupun kafe,” tandas dia. (ley/han)

Lebih Sederhana, Tanpa Ada Kejutan
Peringatan HUT ke 22 Hotel Sahid Montana Dua di tahun ini berbeda dengan beberapa tahun terakhir. Bila dalam dua kali ulang tahun sebelumnya hotel tersebut memanfaatkan momen spesial sembari melaunching bisnis baru, tahun ini dikemas berbeda.
 “Tahun ini kami lebih sederhana. Syukuran dengan manajemen dan karyawan saja,” ujar General Manager Sahid Montana Dua, Slamet Sudiharto.
Menurutnya, awal tahun ini belum ada persiapan untuk menambah sektor bisnis baru. Misalnya 2013 lalu ketika ulang tahun menambah jumlah kamar dan 2014 menambah meeting room, untuk 2015 ini lebih adem ayem.
“Seperti tema HUT kami saja, Changing Heart and Mind To Achieve The Excelence Service Performance. Kami ingin lebih sederhana, dan memperhatikan kualitas,” beber dia kepada Malang Post.
Slamet mengakui, di tahun ini mereka tengah bersiap menyambut sekitar tujuh hotel baru yang akan bersaing di bisnis perhotelan Kota Malang. Sekitar 500 kamar baru akan menambah ketatnya hotel, termasuk Sahid Montana dalam bersaing menjaring tamu.
Akan tetapi, dia memastikan bila hotel juga tengah menyiapkan sesuatu yang baru di tahun ini. Dia mengungkapkan, Sahid Montana Dua tengah menyiapkan tujuh kamar baru yang dijadwalkan akan beroperasi di 2015. “Waktunya, ditunggu saja. Area kamar baru ini sangat representative untuk menarik calon tamu,” imbuh dia.
Dia mengungkapkan, selain memperhatikan Sahid Montana Dua, hotel tersebut juga tidak melupakan Hotel Sahid Montana yang berada di Jalan Kahuripan. Perbaikan yang sama, yakni service, manajemen dan hotel disiapkan di tahun ini.
“Ada dua yang harus kami kelola secara balance, dengan tingkat daya tarik yang berbeda. Sahid Montana Dua ini di tempat yang relatif sepi dan nyaman bisa menjadi hunian seperti guest house, sementara satunya di pusat kota,” tandas dia, lantas tersenyum.
Sementara, dalam HUT ke 22 kemarin, Komisaris PT Kharisma Montana Eko Handoko beserta istri, serta sang anak Ira Kristiana turut hadir. Selain itu, Owner Representative, Indra Eka Widianti ikut meramaikan ulang tahun yang berbarengan pula dengan HUT sister company hotel, Radio Kencana. Tampak pula undangan yakni Ketua PHRI Malang Herman S. serta perwakilan dari Hotel Sahid Gunawangsa Surabaya. (ley/han)