Bangun Perekonomian dengan Kekuatan ”Hercules”


MALANG - Produk sepatu kulit yang dikembangkan seorang pengusaha asal Malang, Jawa Timur, mampu menembus pasar mancanegara. Walaupun semua produksi  lokal, koleksi sepatu Hercules tidak kalah bersaing dengan produk dari merek-merek yang sudah menasional.
R. Agus Salim, pemilik usaha kerajinan sepatu kulit "Hercules" di Malang, Minggu, mengatakan produknya dipasarkan offline maupun online dan pesanan pun datang dari sejumlah negara seperti Australia, Inggris bahkan Jerman.
Dia mengatakan pesanan sepatu kulit dari dalam negeri seperti Jakarta, Kalimantan hingga Papua. Namun, yang lebih sering datang dari Kalimantan Timur dengan pesanan  rata-rata 1500 hingga 2000 pasang sepatu kulit. Pesanan-pesanan tersebut datang dari CV hingga perusahaan perseroan dengan latar belakang pekerjaan di daerah pertambangan.
”Sepatu ini identik dengan kekuatan, nama Hercules digunakan karena filosofi yang dibawakan pada karakter Hercules di Disney Land menggambarkan kekuatan,” katanya.
Variasi produk Hercules cukup banyak dan proses produksi adalah keterampilan tangan asli dari para pengrajin. Seperti boots savety shoes, boots trail shoes dan boots touring shoes. Alasan  memilih 3 jenis produk sepatu ini, lanjutnya, karena jenis ketiga sepatu ini populer.
Boots savety shoes  memiliki ciri-ciri menutupi kaki hingga tulang kering kaki dengan daya pengikat kuat, serta menambah penutup pelindung yang lebar di ujung sepatu dengan panjang lengan kaki sampai mata kaki. Namun perbedaanya dengan sepatu boots touring pada ukuran lengan kaki yang akan ditutup sedikit melebihi mata kaki.  
Boots trail shoes, hampir sama dengan boots savety shoes selain menutupi mata kaki, tulang kering, dan jari kaki namun perpedaanya  menutupi lengan kaki sampai lutut bahkan lebih.
Untuk motif sangat beragam, termasuk juga dengan koleksi ukuran yang tersedia semua jenis sepatu dan sandal, mulai dari nomor 36 – 42 keatas baik itu sepatu maupun sandal. Harga yang dibandrol mulai dari harga Rp 400 ribu hingga Rp 3 jutaan dengan garansi sampai 2 tahun
Disamping itu Agus juga membuat program garansi sepatu gratis selama masih duduk di bangku sekolah, khususnya anak SMK yang membutuhkan sepatu-sepatu yang diproduksi Agus
Selain itu, Agus juga memiliki program usaha untuk meningkatkan usaha produksi kerajinan dengan mengangkat beberapa anak asuh yang putus sekolah.
“Dari yang tidak bisa apa-apa, Saya bener-bener mengajarkan sampai bisa untuk, produksi sendiri,” kata Agus.
Delapan orang anak didiknya sudah berhasil menjadi pengusaha kerajian sepatu kulit bahkan menurutnya, ada salah satu anak didiknya yang lebih berhasil dari dirinya, di Papua.
Anak pertama dari 20 saudara ini, menambahkan, kekhawatirannya karena melihat dari catatan sejarah perekonomian industri di China yang semakin baik. Pemerintah disana mendukung serta memfasilitasi perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuat semua usaha.
Rencananya, toko yang sudah membuka 18 oulet ini, akan membuka program franchise usaha sepatu kulit di beberapa daerah di Indonesia. (mgc/oci)