Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 55,2 Triliun di Jatim

Pada triwulan II tahun 2016, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp55,2 triliun di wilayah Jawa Timur. Angka itu naik sekitar 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Penyaluran itu didominasi oleh kredit produktif sebesar Rp 45,6 triliun atau 82,7 persen dari total portofolio di Jawa Timur," Regional CEO Bank Mandiri wilayah Jawa Timur Agus H. Widodo menyampaikannya melalui siaran pers dirilis Tempo. Untuk Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro, pembiayaan tersalurkan Rp9,5 triliun atau tumbuh Rp7,9 triliun dibandingkan dengan pada triwulan II tahun 2015. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) terhimpun sebesar Rp50,6 triliun atau naik 10 persen dari Rp 45,9 triliun pada akhir Juni 2015. Penghimpunan dana murah, yakni giro dan tabungan mencapai Rp32,8 triliun atau meningkat Rp4,6 triliun dibandingkan Juni 2015. Secara nasional, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP) sebesar Rp19,3 triliun hingga akhir Juni 2016. Atau tumbuh 13,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,1 triliun. Menurut Agus, laju kenaikan laba operasional itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 13,6 persen menjadi Rp34,98 triliun. Kenaikan itu dipicu oleh pertumbuhan kenaikan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 13,3 persen menjadi Rp25,8 triliun serta peningkatan pendapatan jasa (fee based income) sebesar 14,5 persen menjadi Rp9,2 triliun. Pada periode yang sama, perseroan juga berhasil menurunkan beban bunga sebesar 9,3 persen secara tahunan, seiring meningkatnya komposisi dana murah perseroan. “Ini membuktikan Bank Mandiri tetap dapat mengelola produktivitas aset dan bisnis transaksional dengan baik di tengah tantangan perlambatan kondisi ekonomi domestik dan internasional." Untuk mengantisipasi tren kenaikan kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan), Bank Mandiri mengalokasikan pencadangan sebesar Rp9,9 triliun pada triwulan II 2016. "Ini meningkat dari Rp4,0 triliun pada periode yang sama tahun lalu." (tem/oci)