BNI Resmikan Kanwil Malang

MALANG – Kota Malang terpilih sebagai Kanwil BNI Jawa Timur yang membawahi beberapa wilayah kota dan kabupaten di area Jawa Timur. Peresmian Kanwil Malang untuk wilayah Jawa Timur dilakukan kemarin (12/08/16) di Kantor BNI Jalan Jend. Basuki Rachmad Malang. “Jawa Timur sangat potensial, oleh karena itu kita tidak hanya akan mengandalkan satu Kanwil saja,” ujar Achmad Baiquni Direktur Utama BNI. Kanwil BNI untuk Jawa Timur sebelumnya hanya berpusat di Kota Surabaya, namun kini Kota Malang dijadikan sebagai Kanwil untuk membantu Surabaya. “Kota Malang merupakan pusat perekonomian kedua di Jatim setelah Surabaya, jadi saya rasa sangat cocok Kota Malang dijadikan sebagai payung untuk mengelola Kanwil di wilayah Jatim,” jelas Baiquni. Ia pun berharap, dengan diresmikannya Kanwil Malang yang mengelola beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur, BNI bisa semakin berkembang dan dapat melayani nasabah dengan baik. “Ada 25 wilayah kota/kabupaten yang akan dikelola oleh Kanwil Malang,” tambah Baiquni. Di antaranya Pacitan, Ponorogo Tulungagung, Malang, Lumajang, Jember dan Madiun. Selain program pemekaran Kanwil, Baiquni juga mengatakan akan membuat sinergi untuk memanfaatkan teknologi dalam dunia perbankan untuk pelayanan produk, namun tetap memperhatikan sistem bertatap muka dengan nasabah. “Nantinya kami akan membuat mudah nasabah dengan menggunakan produk digital atau sistem digital dan sejenisnya, namun juga tidak akan meninggalkan bertatap muka dengan nasabah yang sudah bertradisi sejak pertama berdiri,” urainya. Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf yang juga hadir dalam peresmian sangat mendukung sinergitas dalam pelayanan perbankan yang dilakukan BNI. “Luar biasa, tetap menjalankan dua fungsi yaitu digital, namun tidak menginggalkan hal konvensional dengan bertatap muka,” ujar Wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu. Gus Ipul berharap, BNI Kanwil Malang yang sudah diresmikan bisa turut menyumbangkan pertumbuhan ekonomi di area Malang dan yang dinaungi. Karena sebagai bank pemerintah, ia tidak ingin BNI yang sudah mempunyai kiprah lama di dunia perbankan tertinggal dengan bank asing atau swasta. (mgb/han)