Filter Internet Produk Asli Malang

MALANG – Seiring dengan berkembangnya jaman, internet menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, selain memiliki sisi positif, namun internet juga memiliki sisi negatifnya. DNSB sebuah produk filter asal Malang, yang fokus memfilter konten – konten negatif yang ada di internet.
Produk ini dibuat atas dasar kekhawatiran Pujo selaku owner dari DNS Bersih terhadap generasi muda Indonesia. “Kita buat filter ini awalnya karena maraknya pornografi di internet. Sehingga anak - anak yang belum cukup umur lebih paham tentang pornografi. Akibatnya sangat berbahaya jika dari kecil sudah kecanduan pornografi. Padahal generasi yang sekarang ini, adalah generasi harapan bagi Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Pujo.
DNS Bersih itu sendiri adalah suatu produk kombinasi antara DNS Server, Routing, Firewall, VPN, dan Proxy, yang dirancang sedemikian rupa dengan tujuan melindungi para pengakses internet dari situs-situs negatif plus penampilan iklan sehingga konten internet disajikan lebih bersih sekaligus menjadikan akses internet menjadi lebih cepat.
Filter DNS Besih memblokir situs-situs negatif mengikuti ketentuan Trust+ Kominfo dan membaginya menjadi beberapa kategori. Kategori yang tersedia seperti, Pornogorafi, seksual, perjudian, penipuan, SARA, dan kategori merugikan lainnya.

Selain memfilter, DNS Bersih juga berupaya untuk meringankan akses penggunaan bandwith internet dengan menjaring iklan maupun spam yang tak perlu. Sehingga pengguna dapat mengakses internet dengan bersih dan cepat.
Bisnis yang telah efektif berjalan dari maret 2015 ini memilik 2  produk inti, Yakni, yang free dan berbayar. Jika anda ingin mencoba menggunakan yang free, anda cukup mengakses website dnsbersih.id lalu mengikuti petunjuk yang tersedia. Hingga saat ini, DNS Bersih memiliki 800 lebih pengguna aktif.
Kedepannya, Pujo dan tim ingin membawa produk asli Malang ini bisa dipakai di Indonesia hingga seluruh dunia. Lebih khusus lagi, Pujo ingin produknya bisa digunakan dengan baik di instansi pendidikan.
“Saya ingin filtering ini digunakan sebagai pilihan utama di seluruh sekolah. Baik dari sekolah dasar hingga sma/smk yang sudah meyediakan akses internet untuk para siswanya. Karena, jika akses internet tidak dilindungi, dikhawatirkan dapat  menyebabkan hal yang merugikan,” pungkas Pujo. (mg3/bua)