Harga Daging Sapi Bertahan di Rp 120.000 per Kg


BERTAHAN: Seorang pedagang daging memotong daging sapi permintaan langganan di Pusat Pasar, kemarin. (foto: Ipunk/Malang Post)


MALANG POST - Harga daging sapi di pasar tradisional jelang Lebaran, tidak mengalami perubahan dari hari sebelum-sebelumnya Rp 120 ribu per kilo gram. Seorang pedagang daging sapi di Pasar ‎Blok A, Iwan mengatakan, harga daging tanpa tetelan senilai Rp 130 ribu per kilo gram dan menggunakan tetelan sedikit hanya Rp 120 ribu per kilo gram.
"Harga ini sama aja seperti sebelum bulan puasa, tahun ini lebih murah dibanding tahun lalu yang bisa mencapai Rp 150 ribu per kg," kata Iwan saat ditemui di Pasar Blok A, Jakarta, Minggu (3/7/2016).
Menurut Iwan, daging sapi yang dijual saat bulan puasa antara dua sampai tiga paha sapi, dimana hari-hari biasanya dapat mencapai lima bahkan enam paha sapi. "Pasar sedang dipindahkan ini jadi sepi, sebelumnya kan banyak pembeli," tuturnya.
‎Harga daging sapi di pasar tradisional dapat di tekan hingga di bawah Rp 100 ribu, asalkan pembeli tak meminta dibersihkan gaji atau lemak yang berada di daging.
"Bisa aja harga di bawah Rp 100 ribu, asal beli daging enggak minta dibersihkan gajih (lemak)-nya," tambah Iwan.
Menurutnya, daging yang dibelinya dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sudah terdapat lemak, sehingga jika dipasang dengan harga sama tanpa lemak maka bakal mengalami kerugian. "Kita beli 10 kilo gram, gaji (lemak) itu kan bisa 3 kiloan‎," ucap Iwan.
Lemak-lemak tersebut, kata Iwan, tidak selalu laku di pasar karena pembelinya hanya pedagang bakso. Dimana harga lemak pada kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilo gram.
Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, meminta 12 perusahaan importir menggelontorkan daging sapi beku ke pasaran. Tujuannya, agar harga daging sapi bisa ditekan di bawah Rp 80.000/kg. Keduabelas perusahaan tersebut di luar importir swasta yang telah ditunjuk langsung Menteri Perdagangan. Bahkan, menurut Amran, pihaknya akan menambah jatah kuota impor daging sapi, jika 12 importir itu mampu merealisasikan penjualan daging sapi beku sesuai yang diminta kementeriannya.
"Ya dong (tambah kuota). Yang ikut grup (pasar murah) ini yang 12. Apalagi sudah menembus pedagang pasar, sebelumnya kan hanya lewat tenda-tenda (operasi pasar) saja," jelas Amran ditemui di Pasar Mayestik, Jakarta, akhir pekan kemarin.
Menurutnya, penambahan kuota impor tersebut masih akan dibahas lagi pasca Lebaran nanti. Dirinya masih belum menghitung berapa tambahan kuota untuk 12 importir tersebut. Daging impor yang juga tak hanya dibatasi pada daging saja, namun juga bisa berbentuk karkas.
"Justru aku mau setting ini selesai Lebaran. Karkas masuk, jeroan juga bisa masuk. Nanti yang frozen nggak hanya yang kecil-kecil (potongan 1 kg) saja. Karkas dan jeroan akan bisa masuk. Pokoknya kami tambah sesuai kebutuhan masyarakat," kata Amran.
Sebelumnya Amran meminta 12 perusahaan menggelontorkan 8.110 ton daging sapi dalam operasi pasar hingga Lebaran nanti. Daging beku yang digunakan untuk operasi pasar adalah stok daging yang sedianya digunakan untuk memenuhi permintaan industri pengolahan, hotel dan restoran serta industri makanan lainnya. (vv/cnn/udi)