Inflasi Kota Malang Lampaui Jatim


PICU INFLASI : Selain sektor transportasi, kenaikan bahan pokok seperti gula pasir dan beras di pasaran menyumbang inflasi Kota Malang. (PIPIT ANGGRAENI/MALANG POST)

MALANG – Sepanjang bulan Juni, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat terjadinya inflasi sebesar 0,63 persen. Keadaan ini dipicu oleh kenaikan tarif angkutan yang terus melambung tinggi. Selain itu, inflasi ini juga didorong oleh beberapa komoditi pokok yang juga turut merangkak naik.
Kasi Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini mengatakan, komoditi bahan makanan mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya permintaan selama lebaran. Sementara ada beberapa produk kebutuhan yang juga sempat mengalami penurunan stok dikarenakan berbagai kendala.
“Telur ayam ras, daging, ayam ras, gula pasir, beras, apel, rokok kretek, hingga kentang juga mengalami kenaikan,” katanya pada Malang Post, kemarin.
Sementara komoditi yang mendorong deflasi menurutnya seperti bawang merah, semen, cabai besar, tongkol pindang, cabai rawit, jagung manis, tomat buah, dan terong. Beberapa komoditi ini cenderung memiliki harga yang stabil dan tidak mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Menurutnya, laju inflasi year on year untuk Juni 2016 terhadap Juni 2015 sebesar 3,04 persen. Sedangkan jika dibandingkan dengan inflasi Jatim yang mencapai 0,60 persen, inflasi Juni di Kota Malang lebih tinggi dari Jatim. Namun bila dibandingkan nasional yang mencapai 0,66 persen, maka realisasi di Kota Malang ini lebih rendah.
Dia menambahkan, dari total delapan kota Indeks harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, semuanya mengalami inflasi. Untuk inflasi tertinggi dialami oleh Banyuwangi yang mencapai 0,73 persen, dan yang terendah adalah Kediri yang mencapai 0,16 persen.
Terpisah, Kepala BI Malang, Dudi Herawadi menambahkan, kebutuhan transportasi sepanjang Juni ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini pun mendorong setiap pelaku usaha transportasi untuk menetapkan tarif batas atas, terutama selama musim mudik dan lebaran. Di mana berbagai tarif angkutan darat maupun udara mengalami kenaikan.
Tantangan lain yang juga masih membayangi masyarakat di Kota Malang ini menurut Dudi juga terletak pada sektor pangan. Di mana harga kebutuhan pokok ini masih terus menunjukkan penurunan dan kenaikan yang belum stabil. “Kalau yang menyumbang deflasi diantaranya juga terletak pada sektor yang dibiayai perbankan. Seperti KPR misalnya yang akhirnya membuat harga rumah menjadi rendah,” pungkas pria ramah ini. (pit/ary)