Inovator Harus Paham Bisnis


POTENSI BESAR: Banyak inovasi kreatif dan punya manfaat tinggi namun tak terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.

MALANG – Kewirausahaan berbasis teknologi di Kota Malang nampaknya terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dimiliki Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek), sebanyak 40 persen dari total keseluruhan inovator yang berkembang di Indonesia tahun ini berasal dari bumi Arema. Namun sayang, potensi besar yang dimiliki itu tidak dapat dirasakan masyarakat secara maksimal. Kendala utamanya terkait kurangnya komunikasi produk inovasi terhadap pasar.
Executive Director Inotek, Diyanto Imam menyebutkan, sebagian besar inovator yang mengembangkan teknologi tepat guna tak berasal dari background bisnis, melainkan ilmuwan yang memang lebih konsentrasi pada pengembangan teknologinya. Padahal, pemasaran dan komersialisasi terhadap hasil inovasi menjadi sangat penting agar alat tersebut bisa digunakan secara massal.
“Ada banyak faktor sebenarnya, sehingga publik tidak jarang masih awam dengan produk dan karya lokal,“ katanya pada Malang Post di sela-sela acara Innovator Forum 2016 yang berlangsung di Hotel Santika Malang, kemarin.
Dia mencontohkan, untuk alat pengembang listrik bernama Sulis (Susu Listrik) misalnya. Alat berbasis listrik pabrikan Malang ini baru dikenal publik setelah lima tahun perjalannya bergelut di pasar. Sedangkan potensi untuk dapat dimanfaatkan di pasar sangat besar, utamanya untuk mempermudah produksi industri susu.
Oleh sebab itu, lanjut Imam, Inakom berkomitmen untuk lebih berkonsentrasi menjembatani para pengusaha, utamanya yang bergerak dalam skala kecil (UKM) melalui pelatihan dan workshop akan pentingnya pemasaran dan standarisasi produk yang tengah dikembangkan. Sejauh ini, para anggota yang masuk dalam yayasan Inakom sudah dipastikan mendapat pengetahuan tersebut.
“Kami hanya menjembatani dan memperkenalkan konsumen, pasar, hingga pengemasan. Targetnya, pemerintah bisa merealisasikan dengan lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Asistant Research and Development Director PT Maxzer Solusi Steril, Muhammad Choirul Aziz menyebutkan, salah satu produk unggulan yang saat ini sudah dikenal masyarakat adalah Sulis yang berguna untuk mensterilkan susu segar menjadi olahan yang lebih sehat. Sejak pertama kali diperkenalkan, alat yang terdiri dari dua varian itu masih sedikit dilirik masyarakat.
“Sekarang masih sekitar 100 alat yang kami distribusikan ke beberapa wilayah, targetnya akan lebih banyak lagi masyarakat yang kenal dan memanfaatkannya. Karena kami juga sudah membuktikannya melalui produk susu kemasan kami Volt Milk, dan sudah banyak digemari dan kami jual secara online,“ pungkasnya. (pit/han)