Jelang Lebaran, Pembiayaan Kendaraan Melesat Hingga 30 Persen


NAIK: Menurut data APPI, jelang Idul Fitri tahun ini, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor naik di kisaran 20-30 persen dibandingkan bulan-bulan biasanya.


JAKARTA -  Jelang perayaan Idul Fitri tahun ini, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor naik di kisaran 20-30 persen dibandingkan bulan-bulan biasanya. Kenaikan itu terutama ditopang oleh pembiayaan kendaraan bermotor roda empat, dan sepeda motor.
Suwandi Wiratno Siahaan, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan, pertumbuhan pembiayaan konsumen pada semester pertama ini bisa di atas 2,65 persen. Sampai Mei 2015, pembiayaan konsumen mencapai Rp255 triliun. "Menurut perusahaan-perusahaan pembiayaan di APPI, Ramadan dan jelang Lebaran ini pembiayaan mobil dan motor naik drastis hingga 20-30 persen. Kita lihat, paruh pertama apakah bisa sampai 5 persen tidak total pertumbuhannya," ujarnya, kemarin.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) merasakan hal serupa. Setelah mencatatkan perlambatan pertumbuhan pada kuartal I 2016, anak usaha Maybank Indonesia tersebut berhasil membukukan peningkatan permintaan.
Zacharia Susantadiredja, Direktur Keuangan WOM Finance menuturkan, permintaan pembiayaan di sepanjang Ramadan meningkat 10 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pencapaian ini bakal meredam perlambatan pertumbuhan pembiayaan perseroan yang diproyeksi berlanjut hingga akhir tahun. "Memang, jika dibandingkan dengan enam bulan tahun lalu, kami masih prediksi pertumbuhannya negatif," terang dia. Sebagai informasi, hingga Mei 2016, pembiayaan baru WOM Finance turun 11 persen menjadi Rp2,2 trilliun. Tak ketinggalan, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (Radana Finance) juga mengklaim telah membukukan pertumbuhan permintaan pembiayaan sepeda motor. “Kenaikan permintaan mencapai 20 persen dari bulan-bulan biasanya,” ucap Evy Indahwaty, Direktur Utama Radana Finance.
Selain segmen pembiayaan kendaraan bermotor, kata Evy, lini pembiayaan multiguna juga berkontribusi positif terhadap pertumbuhan. Tiga produk pembiayaan multiguna, yaitu dana prioritas, dana automotif dan dana griya menyumbang 30 persen dari total pembiayaan perseroan.
Adapun, per Mei 2016, total pembiayaan Radana Finance mencapai Rp900 miliar, di mana 30 persen atau sekitar Rp270 miliar di antaranya sumbangsih bisnis multiguna. Sedangkan, porsi terbesarnya masih mengalir ke pembiayaan kendaraan bermotor roda dua. Tahun ini, perseroan menargetkan menyalurkan Rp2,4 triliun pembiayaan baru atau dipatok naik 16 persen dari tahun lalu. (cnn/udi)