Jual Ikan Hias dan Tanaman Hias


LENGKAP : Toko de Flona yang berada di pinggir jalan bukit berbunga Kota Batu selain menjual perlengkapan akuarium juga menjual tanaman hias. (Ahmad Adam/Malang Post)

BATU - Orang yang hobi dan suka mengoleksi ikan hias ternyata bisa menjadi peluang usaha. Selain sebagai media sarana pelepas penat usai bekerja, merawat dan memberi makan  ikan hias bisa menyegarkan pikiran. Apalagi belakangan terakhir ini, trend ikan hias sedang naik daun. Tak jarang digelar kontes untuk beberapa ikan hias.
Khusus untuk kawasan Kota Batu, tidak sulit mencari penjual ikan hias. Salah satunya de Flona yang berada di jalan Bukit Berbunga 206 Desa Sidomulyo.
Adalah Evan Okta Harendrawan pemilik dari toko ikan hias de Flona. Sudah beberapa tahun ia dan orang tuanya melakoni bisnis ini.
"Saya dan orang tua hobi memelihara binatang termasuk ikan, berawal dari hobi kemudian bisa menjalankan usaha ini," kata Evan saat ditemui Malang Post di tokonya. Ada berbagai jenis ikan yang dijualnya. Kebanyakan yang dijual adalah jenis ikan tawar.
Adapun jenis-jenis ikannya yaitu ikan kolam seperti: Komet, koi, ikan mas, tombro, grasskap, nila, subunkin.
Sedangkan ikan hias akuarium seperti: Koki, Neon, glassfin, gunting, zebra, guppy, molly, manvis, barbir, buenos, sumatra, tetra, silver dollar, dollar paku, sakermut, lemon, miasa, joani, alius, sepat, kaviat, redfin, kongo, coridorras, botia, ninety nine, ramires, sinodontis, cupang, texas. Ada pula Ikan predator yang dijual seperti aligator spatula, piranha, oscar, dan palmas.
Menurut Evan melakoni bisnis ini harus benar-benar serius. Karena tidak sembarangan merawat ikan hias yang siap dijual. Karena itulah dia mengingatkan untuk menjalankan bisnis ini harus dimulai dari hobi. Jika tidak, menurutnya, usaha tersebut tidak akan bisa berjalan baik. Namun, dia mengingatkan begitu membuka usaha ini tidak spontan langsung berjalan mulus. Butuh waktu cukup lama  agar bisa dikenal konsumen. Tentunya promosi itu dilakukan dari mulut ke mulut.
Jika masuk ke dalam toko, ruangannya  tidak begitu besar. Ruangan itu menyatu dengan tempat tinggal Evan. Beberapa akuarium tersusun rapi di atas rak. Dalam berbisnis ikan hias, pelaku bisnis ini harus mengerti air. Tentunya dengan tahu siklus waktu untuk mengganti air  bertujuan agar ikan tidak cepat mati. Menjalankan usaha ini, jelas dia, memang terlihat santai tapi juga ribet. Ini karena pelaku usaha harus mengganti air ikan dalam waktu tiga hari. Namun tidak semua air harus diganti, hanya separohnya saja.
Untuk pakan pun tidak habis banyak. Dalam usaha ini, Evan hanya menghabiskan beberapa bungkus pakan dalam sepekan. Ini karena perputaran ikan hias yang dijualnya sangat cepat. Apalagi dia tidak hanya menjual untuk eceran, tapi juga partai besar jika ada pesanan. Pakan ikan pun, tidak mesti bergantung pada pelet. Justru ada makanan dari alam, seperti kutu air, jentik-jentik nyamuk. Sehingga menekan biaya operasional.
Toko de Flona miliknya itu tidak hanya menjual ikan hias, tapi juga pakannya. Toko ini juga menjual akuarium beserta background dan perlengkapan akuarium lainnya. Untuk harga akuarium pun tergantung ukuran. Kisaran harga dari Rp.15 ribu hingga Rp.450 ribu.
Para konsumennya berasal dari kalangan berbagai usia. Mulai dari anak sekolah hingga orang dewasa sudah ada yang menjadi langganannya. Tidak hanya itu saja, toko ini juga menjual beberapa jenis tanaman hias dan media pertanian lainnya. "Jadi selain konsumen yang berminat membeli ikan hias juga bisa melihat-lihat tanaman hias yang ada barangkali berniat membelinya.", ungkap Evan. (dam/bua)