Kenalkan Produk dengan Workshop Boneka


MALANG - Workshop Boneka “Aku Cinta Indonesia” digelar di Richie Heritage Hotel, dengan sangat apik kemarin,  Minggu, (28/8).
“Pameran workshop ini dibuka selain sebagai wujud memperingati hari kemedekaan Indonesia yang ke-71, namun juga cara memperkenalkan usaha kerajinan boneka berbahan kaos kaki. Dengan tujuan ini dapat menciptakan pengembangan ekonomi baru juga sebagai pelestarian cinta budaya,” kata Nia, pemilik usaha dan kerajinan boneka, Dafayu Sockcute kemarin, Minggu (28/08)
Pada pameran ini Nia menuturkan, workshop boneka memperkenalkan karya-karya kreatif dari usaha Dafayu Sockcute lewat teatrikal dongeng kemerdekaam, sulap, bahkan dongeng tunggal dari founder Komunitas Gendong Malang, Elis.
Komunitas Gendong Malang dipilih karena, mereka bercerita tentang dongeng anak-anak kebanyakan melalui media boneka. Oleh karena itu Nia, pengembangan sektor ekonomi baru, lewat dongeng boneka dengan menjadi fokus utamanya, anak-anak usia 2 tahun hingga sekolah dasar.
"Upaya tersebut diperlukan karena potensi pengenalan usaha boneka melalui workshop memiliki pengaruh yang signifikan. Saya melihat dengan adanya perkenalan membuat boneka bahkan mendongeng melalui boneka, ada potensi untuk memberikan kontribusi yang baik bagi perekonomian usaha," ungkap Nia.
Disamping itu, dia menuturkan, ada harga tambahan yang bermanfaat  dari acara “Aku Cinta Indonesia” ini, yaitu anak-anak semakin tahu dan mengenal budaya mendongeng. Karena budaya mendongeng merupakan warisan turun-temurun dari Indonesia.
Sementara, Kukuh, anggota Komunitas Gendong Malang, mengatakan, memilih Dafayu SockCute sebagai partner acara, karena hasil-hasil boneka kaus kaki, Nia, memiliki pengemasan dan desain menarik perhatian baik bagi kalangan anak-anak. Sehingga, anak-anak semakin tertarik untuk mencoba membuat boneka dan mendengar dongeng-dongeng lucu dari komunitasnya.
Sambutan positif juga diterima dari Nani Widiawati, Front Office Supervisor Riche Heritage Hotel, alasan ber-partner dengan Dafayu Socksute dan Komunitas Gendong Malang, karena kegitan workshop ini memiliki dampak baik  untuk menemukan bakat anak-anak serta pengenalan sejarah Indonesia.
“Jadi saya sangat mendukung demi menumbuhkan siapa jati diri mereka dulu sebelum dan sesudah kemerdekaan,” tambah Nani.
Rencananya, kegiatan workshop ini bisa menjadi kegiatan mementum yang rutin dilakukan selain menyalurkan cinta bisnis produk Indonesia,  anak-anak juga mendapat nilai tambah mengenal siapa diri bangsa indonesia melalui dongeng-dongeng,” jelas Kukuh. (mgc/oci)