Khusus Perempuan, Andalkan Kenyamanan


MALANG -Tempat fitness mulai berkembang di berbagai tempat. Tak hanya para pria, perempuan juga membutuhkan tempat kebugaran demi menjaga kesehatan tubuhnya.  Bisnis ini semakin potensial untuk dikembangkan. Terlebih, banyaknya kaum wanita memilih fitness center untuk merilekskan pikiran setelah disibukkan dengan rutinitas pekerjaan.
“Karena makin banyak perempuan yang menginginkan body shaping dan beberapa jenis olahraga lain yang menginginkan kenyaman tempat, maka saya buka usaha gym khusus perempuan. Kenapa khusus perempuan? Karena biasanya perempuan sering risih ya kalau dicampur dengan lelaki, jadi di sini mereka lebih leluasa bergerak,” kata Puji,  instruktur sekaligus pemilik Egy Gym Woman Only, kamarin (7/9/16).
Pemilik Egy Gym Woman Only di pertokoan WOW Sawojajar ini merupakan guru Biologi di salah satu SMA di Bojonegoro dalam waktu yang lama. Namun dia memutuskan untuk berhenti dan memulai mengisi waktu dengan mengikuti beberapa program fitness center di beberapa gym.
“ Dari hanya sekadar hobi, kemudian lima tahun saya menggeluti betul aktivitas ini dengan menjadi instruktur dan mengambil berbagai sertifikasi sebagai instruktur. Saya yakin, suatu saat pasti membuka usaha gym dan kebetulan ada kesempatan untuk membuka bisnis ini,” jelasnya.
Sudah dua tahun Egy Gym Woman Only membuka usaha senam dan fitness center. Menurut Puji, tantangan memulai usaha sendiri tentu berbeda ketika menjadi seorang guru Biologi. “Kalau berbisnis, ya  kita sudah memikirkan banyak saingan dan bagaimana gym bisa tetap bertahan. Salah satunya, memberi layanan yang dibutuhkan dan menjaga kualitas kebersihan ruangan,” jelas Puji yang mempekerjakan 10 instruktur ini.
Fitness center yang sudah memiliki ratusan member ini juga memberikan alat-alat olahraga baru khusus perempuan, yaitu abdominal machine yang gunanya untuk pembentukan perut.  “Selain fitness center, saya juga menawarkan aerobic, yoga, pillates, belly dance. Ada juga penawaran menarik yaitu kelas yoga anak atau yoga kids khusus anak perempuan sebulan 8 kali pertemuan hanya dengan biaya Rp 125 ribu,” urainya.(mgc/han)