Laba Bersih BNI Syariah Melesat


NAIK : BNI Syariah mencatat kenaikan laba bersih di semester awal tahun 2016 hingga 45,73 persen dibanding tahun sebelumnya. (IST/MALANG POST)

MALANG - Di tengah perkembangan perekonomian Indonesia yang masih belum stabil, BNI Syariah mencatat peningkatan laba bersih di semester awal 2016 ini. Laba yang diperoleh sebesar 45,73 persen, atau Rp 145,65 miliar dari Rp 99,94 miliar periode yang sama, di tahun sebelumnya.
Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pertumbuhan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya serta komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang terus membaik dan mengalami pertumbuhan.
“Strategi baru  memang harus selalu diupayakan untuk mempertahankan portofolio di tengah melambatnya perekonomian seperti sekarang ini,” katanya pada Malang Post, kemarin. Menurutnya, strategi efisiensi tetap menjadi langkah umum yang diterapkan manajemen untuk bisa mempertahankan tingkat profitabilitas.
Strategi itu tercermin pada rasio efisiensi dan produktivitas operasional yakni BOPO dan CIR yang lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni dari BOPO sebesar 90,39 persen dan CIR sebesar 70,84 persen pada Juni 2015 menjadi BOPO sebesar 85,88 persen dan CIR sebesar 68,40 persen pada Juni 2016.
Selain itu, ia menyebutkan, pada Juni 2015 total pembiayaan tercatat sebesar Rp 16,74 triliun dan tumbuh menjadi Rp 18,98 triliun di tahun ini. Pertumbuhan tersebut dilakukan dengan upaya penjagaan kualitas pembiayaan yang mengakobatkan non performing financing (NPF) pada kuarta dua 2016 ini terjaga di level 2,80 persen.
“Angka ini berada di bawah rata-rata perbankan syariah,” tambahnya. Dia menyebutkan, dari total pembiayaan sebesar Rp 18,98 triliun, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer sebesar 52,96 persen.
Kemudian berlanjut pembiayaan ritel produktif 22,78 persen, pembiayaan komersial 16,38 persen, pembiayaan mikro 5,77 persen dan kartu pembiayaan Hasanah Card 2,11 persen. “Untuk pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah 86,02 persen,” tutupnya. (pit/mar)