Masuk Musim Giling, Agustus Harga Gula Sekitar Rp 13 Ribu


HARGA GULA: Enam belas dari 17 pabrik gula di bawah naungan PTPN XI mulai memasuki musim giling, dan diharapkan pada Agustus harga gula mulai normal sekitar Rp 13 ribu per kg.


SURABAYA - Enam belas dari 17 pabrik gula di bawah naungan PTPN XI saat ini mulai memasuki musim giling. Dari hasil giling itu, diperkirakan dapat memasok sekitar 30-40 ribu ton gula per bulan, dan diharapkan pada Agustus harga gula mulai normal mencapai sekitar Rp 13 ribu per kilogram (kg).
"Sudah memasuki musim giling. Diharapkan pada awal Agustus, harga sudah mulai normal lagi," kata Direktur Utama PTPN XI Dolly P Pulungan di Surabaya, kemarin.
Dolly menerangkan, sekarang ini harga gula bervariasi. Namun sesuai arahan pemegang saham PTPN XI dan Menteri BUMN, untuk menstabilkan harga gula. Salah satu upaya menstabilkan harga gula yakni memasok gula ke Bulog dan dari Bulog dijual ke konsumen masyarakat langsung. "Kami sudah menyerahkan gula kurang lebih sekitar 5.500 ton dijual melalui Bulog dan nanti Bulog menjual ke end user dengan harga maksimal Rp 13 ribu per Kg," katanya.
Ia pun menambahkan, saat ini realisasi pengiriman gula ke Bulog sudah mencapai 1000 ton gula. "Sudah dikirim ke bulog 1.000 ton gula dari PTPN XI untuk dijual bulog ke daerah Jakarta, Jawa Timur dan sebagian ke Makassar," tambahnya.
Ia mengakui, bulan kemarin memang terjadi kekurangan stok gula di Jawa Timur sehingga harga melambung mencapai sekitar Rp 17 ribu di end user. Katanya, meningkatnya harga gula tidak ada hal lain kecuali karena faktor supply dan demand. "Memang terjadi anomali cuaca, sehingga stok gula makin tipis, permintaan tinggi. Ini hanya karena supply dan demand saja, tidak ada apa-apa. Karena memang supply-nya kecil," ujarnya.
"Kita belum giling, karena hujan sehingga terjadi keterlembatan supply gula," tuturnya.
Dengan memasuki musim giling ini, diharapkan pada Agustus harga sudah mulai normal kembali. Karena diperkirakan hasil giling dari pabrik gula bisa memasok antara 30-40 ribu ton per bulan. "Kita optimis pada Agustus harga sudah kembali normal, karena supply sudah mulai banyak. Ketika supply sudah mulai berimbang, harga akan turun," tandasnya. (dtc/det/udi)