Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Belum Stabil


BELUM STABIL: Daging salah satu komoditi yang turut mengalami pelonjakan saat lebaran (Ipunk Purwanto/Malang Post)

MALANG – Memasuki H+4 Lebaran, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran merangkak naik. Selain minimnya pasokan akibat aktivitas jual beli yang masih belum berlangsung secara normal, kenaikan tersebut juga disebabkan oleh semakin meningkatnya permintaan dari masyarakat setiap harinya.
Pedagang Pasar Blimbing, Etik R menyebutkan, beragam kebutuhan pokok sejak H+1 Lebaran terus melonjak dan belum stabil. Jumlah pedagang yang melakukan aktivitas berdagang pun tidak 100 persen sebagaimana hari-hari biasa. Keadaan ini diprediksi akan terus berangsur hingga beberapa hari ke depan. “Harganya masih belum stabil, setiap hari terus naik dan harganya pun berubah-ubah, mulai dari bumbu-bumbuan, sayur, hingga daging harganya naik turun,” katanya pada Malang Post, kemarin.
Perempuan berkerudung ini menyebutkan, sejak H+4 Lebaran (kemarin) harga daging sapi mulai stabil ke angka normal yaitu Rp 110 ribu. Sebab, permintaan dari konsumen juga tidak terlalu tinggi dibanding dengan masa Lebaran. Sedangkan di masa Lebaran hingga H+3 Lebaran, harga daging di pasaran menyentuh Rp 120 ribu sampai dengan Rp 130 ribu.
Sementara berbagai kebutuhan pokok lain seperti bawang merah, tomat, hingga cabai rawit terus mengalami pelonjakan. Untuk bawang merah dibagi atas dua kualitas yaitu kualitas biasa dan super. Kualiutas biasa dihargai Rp 28 ribu per kilogramnya dari yang sebelumnya Rp 22 ribu per kilogramnya, sedangkan kualitas super menjadi Rp 38 ribu per kologramnya dari mulanya Rp 28 ribu per kilogramnya. Begitu juga dengan tomat, yang saat ini harganya menyentuh Rp 12 ribu per kilogramnya, normalnya Rp 10 ribu per kilogramnya.
“Kenaikannya mulai hari ini (kemarin), besok (hari ini) mungkin akan naik bahkan juga bisa turun, kami masih belum dapat memprediksinya,” tambahnya.
Di sisi lain, harga yang masih belum stabil itu ternyata juga memberi dampak bagi para pedagang, utamanya pedagang musiman yang memanfaatkan momen Lebaran ini dengan berjualan ketupat. Di mana permintaan terhadap janur, rangkaian ketupat, hingga ketupat yang belum jadi pun harus menurun sebesar 50 persen jika dibanding dengan tahun sebelumnya.
“Sekarang sepi, karena harga kebutuhan pokok naik semua. Selain itu, para ibu pasti bingung membaginya karena ini juga bebarengan dengan momen masuk sekolah. Jadi mereka lebih prioritaskan yang paling utama,” jelas salah seorang penjual ketupat musiman, Minatin. (pit/udi)