Malang Post

Banner
You are here: Ekonomi Tas Handmade Makin Disuka

Tas Handmade Makin Disuka

Share
MALANG – Tas rajut dari benang nylon ataupun anyaman pandan, mendong dan juga rotan bisa dikemas dalam bentuk yang mewah dengan tambahan aksesoris rajutan dan sulaman juga dari benang nylon. Tas jinjing, tas selempang ataupun tas ransel dan juga dompet dari bahan baku alam tersebut dibanderol dengan harga khas handmade.
Tas keluaran Gendis Bag, produsen asal Jawa Tengah, terlihat berjajar di rak pamer dalam Mal Olympic Garden (MOG). Ada tas rajut beraneka warna dan model, mulai dari warna hijau, abu-abu, pink, hijau, biru atau cokelat dengan model tas samping hingga tas punggung.
Tas tersebut dipermanis dengan aksesoris sulaman korsase bunga juga dari rajutan benang nilon aneka warna. Sementara tas dari bahan rotan, anyaman pandan dan juga mendong tampil lebih mewah dengan hiasan rajutan nylon di bagian luar.
“Harganya sesuai dengan harga handmade, dari Rp 75 ribuan untuk dompet rajut sampai Rp 450 ribu untuk tas punggung rajutan,” kata Karyawan Gendhis Bag, Andhika.
Tas dengan banderol harga di segmen menengah ke atas tersebut menurut Andhika cukup banyak diminati pengunjung di standnya. Sejak buka tengah September lalu omzet hingga ahir September mencapai kisaran angka Rp 5 juta.
“Belum 10 juta tapi cukup baik untuk pertama kali buka di Malang,” lanjutnya.
Segmen pembelinya tentu saja kelompok ibu rumah tangga walaupun ada banyak pengunjung remaja yang datang di stand nya dan tertarik namun tidak membeli. Sementara kelompok ibu rumah tangga atau wanita dewasa lebih banyak menyukai tas jinjing yang sering digunakan untuk belanja ataupun ketika berjalan-jalan.
“Remaja banyak yang suka lihat-lihat tapi untuk pembeli tetap kelompok ibu rumah tangga,” tandasnya. (pit/fia)
comments

Add comment


Security code
Refresh