Malang Post

You are here: Features

Features

Dapat Diskon, Timnas Senior “Diusir” ke Tangerang

Di Balik Pemilihan Hotel Sultan Sebagai Tempat Menginap Arema
 
Hotel Sultan Senayan merupakan hotel yang dekat dengan tim nasional (Timnas) senior. Skuad asuhan Alfred Riedl, bahkan punya kontrak yang cukup panjang untuk menginap di hotel bintang lima itu. Namun siapa sangka skuad asuhan Suharno-Joko “Gethuk” Susilo pun bisa bermalam di Hotel Sultan. Bahkan, Timnas senior mengalah dari Arema Cronus selama babak semifinal dan final ISL 2014.
 
Suharno, pelatih Arema mengurut kepalanya saat duduk di bangku depan bus tim, siang kemarin. Pelatih senior itu pusing karena kemacetan Jakarta Barat. Jalanan yang padat dan penuh mobil, membuatnya makin pening. Namun, wajahnya berubah ketika melihat hotel yang tidak terlalu tinggi, di sekitar area parkir timur Senayan.
Hotel itu berwarna cokelat, dengan bentuk yang memanjang. Pada bagian atap gedung, terdapat lambang seperti Korpri. Di bawah lambang itu, ada tulisan Sultan. Wajah Suharno langsung segar, karena akhirnya bisa melihat hotel tempat tim menginap selama semifinal dan final ISL 2014. “Kita cukup senang bisa tinggal di hotel seperti ini. Nyaman dan berkelas,” terang Suharno kepada Malang Post, kemarin.
Hotel bintang lima tersebut cukup membuat pemain senang. Terutama, para pemain Timnas yang sebelumnya pernah mengecap pelayanan hotel. Victor Igbonefo, Cristian Gonzales, Ahmad Bustomi, Hendro Siswanto hingga Kurnia Meiga menyambut baik hotel milik keluarga Sutowo, konglomerat nasional.
Kurnia Meiga mengaku sangat senang karena bisa mendapat istirahat berkualitas jelang babak semifinal. “Ya baguslah kalau menginap di Sultan, karena kita bisa dapat istirahat yang sangat bagus selama persiapan semifinal. Hotel level Timnas memang harus seperti ini, untuk menjaga kenyamanan pemain,” tandas Meiga.
Namun, Arema punya cerita di balik penggunaan Hotel Sultan sebagai hotel tim selama semifinal dan final ISL 2014. Direktur Arema, Ruddy Widodo menyebut Timnas harus mengungsi ke hotel lain selama Arema tinggal di Hotel Sultan. “Kita mengusir Timnas ke hotel lain. Selama Arema di Sultan, mereka akan tidur di Hotel Yasmin Cikarang. Sebenarnya, mereka punya kontrak panjang di Sultan. Tapi, berhubung Arema booking, Timnas mengalah, hehe,” terang Ruddy.
Menurut pria 43 tahun itu, Timnas asuhan Alfred Riedl tidak bisa menolak permintaan Arema untuk mengungsi ke hotel lain. Sebab, Timnas senior belum masuk masa persiapan krusial sehingga mereka harus mengalah. Beda lagi ceritanya bila kompetisi sudah berakhir. Timnas tidak boleh diganggu gugat di Hotel Sultan.
“Timnas pernah menginap dua bulan di Hotel Sultan. Mereka sudah menganggap Sultan seperti rumah mereka sendiri. Tapi, selama semifinal dan final ISL 2014, Sultan jadi milik Arema,” sambung Ruddy. Pria berkacamata tersebut menerangkan, Arema punya jalur spesial untuk bisa menginap di Hotel Sultan selama semifinal dan final.
Pembina Klub Arema, Ir Agoes Soerjanto adalah teman dari keluarga Sutowo, pemilik Hotel Sultan. Keluarga Sutowo adalah bagian dari GM FKPPI pusat. Sementara Agoes adalah Ketua PD GM FKPPI Jawa Timur. Dengan satu kali telepon, Arema memiliki akses untuk menginap di Hotel Sultan.
“Arema, terutama Pembina Klub dekat dengan keluarga Sutowo. Dengan sekali telepon, Arema bisa dapat akses menginap di Hotel Sultan dan “mengusir” Timnas ke Hotel Yasmin Cikarang,” sambung Ruddy.
Bapak dua anak tersebut menambahkan, Arema berharap menginap di Hotel Sultan memberi keberuntungan. “Kita harap Arema dapat keberuntungan dengan menginap di hotel Timnas. Semoga saja kita mampu tembus babak final. Bila kita lolos final, kita akan perpanjang masa inap kita di Sultan,” tutup Ruddy.(fino yudistira/han)

Page 1 of 305

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »