Gandeng Ahli IT Kampus, Hindari Penyidikan Asal “Pokoke”

PERGURUAN TINGGI seharusnya memang tak hanya menjadi menara gading, yang tinggi menjulang dan mewah, tanpa bisa memberikan manfaat untuk lingkungan sekitarnya. Karena itu, ITN Malang tak henti menjalin kemitraan dengan berbagai instansi. Kemarin, para pimpinan dan dosen ITN Malang bersilaturahmi dengan Kapolres Malang Kota AKB Singgamata S.I.K. MM.


Banyak hal yang tersambung dalam diskusi sekitar satu jam itu, salah satunya sinergi antara ITN Malang dan Polres Malang Kota untuk mempercepat kinerja penyidikan kasus-kasus kejahatan di Kota Malang.
Pagi sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan ITN Malang yang dipimpin langsung Rektor Dr Ir Lalu Mulyadi MT tiba di kantor Polres Malang Kota. Rombongan langsung dipersilahkan naik ke lantai 2 dan menunggu di loby.
“Mohon ditunggu sebentar, Pak Kapolresta masih salat,” ujar salah satu anggota memersilahkan rombongan duduk di lobi.
Kehangatan sambutan para aparat penegak hukum ini memang membuat rombongan dosen dan pimpinan ITN sumringah. Apalagi ketika memasuki ruang kerja Kapolres dan mendapat sambutan hangat AKBP Singgamata.
“Maaf harus menunggu lama, tadi kami baru ada rilis pelaku jambret. Ini hasil kerja teman-teman di lapangan,” ungkap Singgamata sambil tersenyum ramah.
Sepanjang percakapan, pria yang sebelumnya bertugas di Lumajang ini mengungkapkan keseriusannya untuk terus menciptakan kondisi aman di Kota Malang. Salah satunya adalah program peningkatan kualitas IT untuk menunjang penyidikan. Menurutnya, sebagai salah satu kekuatan pembuktian tidak hanya mengandalkan saksi saja, tapi juga para ahli IT yang akan bertugas meneliti alat-alat bukti yang ditemukan. Penyidikan dengan konsep ilmiah atau pendekatan scientific ini menurutnya akan sangat membutuhkan pendapat ahli dari berbagai bidang.
“Saya tidak ingin penyidikan dilakukan hanya memakai ilmu “pokoke” atau “kudu” (harus begini,red),” tukasnya sembari mempersilahkan para tamunya untuk meminum teh hangat yang dihidangkan di meja.
Selama ini, lanjutnya, Polres Malang Kota biasanya harus membawa barang bukti ke Polda karena keterbatasan ahli IT. Karena, lanjutnya, ada beberapa barang bukti yang perlu ditangani oleh ahli IT untuk bisa membuka data-data di dalamnya. Karena itulah ia berharap, ITN Malang yang memiliki banyak pakar IT bisa membantu tugas kepolisian dalam mempercepat proses penyidikan.
Karena itu pula, pria kelahiran Jakarta itu langsung antusias mencatat nomor telepon para pakar IT ITN yang kemarin ikut hadir dalam rombongan. Diantaranya ada Joseph Dedi Irawan dari Teknik Elektro ITN yang siap membantu optimalisasi software di kepolisian.
“Saya minta nomor hapenya ya, kalau ada apa-apa saya bisa langsung kontak ahlinya,” ujar Singgamata kepada Joseph.
Diakui pria berdarah Aceh ini, saat ini kepolisian sedang gencar menjalin komunikasi dengan kampus. Hal tersebut dilakukan dalam rangka Reformasi POLRI dimana sangat dibutuhkan koreksi dari berbagai pihak. Terutama kritikan dari akademisi. Karena baginya, akademisi adalah pihak yang netral dan punya idealism tinggi.
“Kalau ada perilaku anggota yang kurang pas jangan sungkan mengkritik,” tegasnya.
Silaturahmi ITN Malang kemarin menurutnya menjadi kebanggaan baginya, dan memang menjadi salah satu targetnya selama memimpin di Malang. Beberapa ahli bidang teknologi yang dibawa ITN Malang kemarin selain Joseph adalah Sony Prasetyo ST MT, Dr Michel Ardita, Dr Aryuanto dan Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Ir Anang Subardi MT.
“Kalau Dr Aryuanto ini adalah penemu simulator tembak, tak perlu pakai peluru hanya untuk belajar menembak,” ujar Rektor ITN Dr. Ir Lalu Mulyadi MT sembari tertawa lebar.
Rektor yang baru dilantik awal Maret lalu ini menuturkan, silaturahmi ITN Malang ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi. Mengingat ITN memiliki banyak tenaga ahli yang kompetensinya bisa dimanfaatkan untuk membantu tugas kepolisian.
“Kami punya ahli perencanaan transportasi, ahli pemetaan geodesi, dan informatika. Apapun yang dibutuhkan kepolisian kami siap membantu,” tegasnya.
Ia menambahkan, ITN Malang saat ini memiliki ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah. Mereka datang dengan beragam budaya dan tingkah laku yang berbeda. Karena itu perlu pengamanan khusus sehingga mahasiswa bisa belajar dengan nyaman.
Humas ITN Malang Elizabeth Catur Yulia menuturkan, kerjasama ITN Malang dan Polres Malang Kota sebenarnya sudah pernah dijalan. Pada sekitar 2010-2011 lalu, ITN pernah terlibat dalam proyek pemasangan kamera di jalan oleh salah satu mahasiswanya. Dan juga ada beberapa kerjasama lainnya yang masih bisa dilanjutkan kembali.
“Kepolisian punya tugas luar biasa berat, karena itu kami ingin ikut membantu. Dengan silaturahmi ini semoga bisa saling mengenal dengan lebih baik, sebab seperti kata pepatah, tak kenal maka tak saying,” pungkasnya. (lailatul rosida/red)