Rektor ITN Malang Berbagi Kisah dengan Kasek di Pulau Lombok

SEBAGAI Putra Asli Lombok, Rektor ITN Malang Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT. memiliki mimpi besar untuk ikut mengantarkan generasi muda di sana menjadi unggulan. Karena itulah, beberapa waktu lalu rektor dan tim melakukan silaturahmi dengan para kepala sekolah dan siswa di sejumlah sekolah di pulau yang terkenal dengan tempat wisatanya itu.

Praya, Sebuah Kecamatan di Lombok Tengah menggoreskan memori manis bagi Lalu Mulyadi. Betapa tidak, di sanalah ia besar dan menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA. Impian orang tuanya yang menginginkan sang putra menjadi seorang pemimpin, berhasil diwujudkan. Kini, Lalu Mulyadi memimpin salah satu kampus swasta yang cukup ternama. Kisah perjuangan sang rektor inilah yang diceritakan di hadapan para kepala sekolah di SMKN 3 Mataram beberapa waktu lalu.
“Banyak yang bertanya bagaimana soal biaya pendidikan kalau harus kuliah di Jawa, saya berusaha memberikan motivasi dan membuka jalan supaya para kepala sekolah bisa memotivasi anak didiknya,” ungkap Lalu kepada Malang Post.
Kisah perjuangan Lalu untuk bisa kuliah di Malang memang tidak mudah. Ia masih ingat bagaimana penduduk satu kampung menangisi keberangkatannya ketika kapal laut membawanya ke Bali untuk kemudian pergi ke Malang. Perjalanan delapan jam ia tempuh seorang diri demi cita-citanya mewujudkan mimpi sang ayah.
“Saya diberi nama Mulyadi karena dulu pimpinan ayah saya di kantor pajak namanya Mulyadi, karena bapak berharap saya bisa menjadi pemimpin dengan menyandang nama ini,” urainya.
Bagi anak pertama dari lima bersaudara ini, ketika motivasi sudah ada dalam diri, maka pasti ada jalan yang bisa ditempuh. Orang tua tak akan tinggal diam dan akan berjuang mencari uang.
“Saya dulu harus puas dengan kiriman wesel Rp 25 ribu dari orang tua,” ucapnya.
Tak hanya itu, di hadapan 19 kepala SMK yang hadir dalam pertemuan di SMKN 3 Mataram, Lalu juga menjanjikan kemudahan bagi anak-anak daerah Lombok yang ingin studi di ITN Malang. Apalagi saat ini sudah dibangun system pembayaran biaya kuliah yang bersifat deposit. Sehingga akan sangat memudahkan siswa dan orang tua. Tak hanya itu, tawaran beasiswa bagi anak-anak berprestasi juga disiapkan ITN Malang. Bahkan, saat ini ada kerja sama khusus dengan SMAN 2 Mataram yang akan mengirimkan 20 siswa terbaiknya ke ITN Malang. Kerja sama serupa sudah dilakukan SMAN 2 Mataram dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Undip Semarang.
“SMAN 2 Mataram punya banyak siswa berprestasi, sementara di dua kampus sebelumnya hanya mampu menampung masing-masing 20 siswa. Karena itu mereka ingin menjalin kerja sama dengan ITN Malang,” ungkapnya.
Tentu saja, kata dia, ada seleksi yang harus diikuti oleh siswa berprestasi untuk mendapatkan kemudahan akses studi di ITN Malang. Termasuk bisa menikmati tawaran beasiswa yang ada di kampus tersebut.
Dalam agenda silaturahmi ke Lombok, SMAN 2 Mataram juga dikunjungi oleh Rektor ITN. Disana, rombongan ITN Malang bertemu dengan siswa dan para guru. Semua menunjukkan antusias untuk bisa menempuh pendidikan di Jawa khususnya ITN Malang. Sebab, menurut Lalu, bisa studi di Pulau Jawa adalah prestasi luar biasa bagi masyarakat Lombok. Apalagi, Malang adalah kota pendidikan yang menawarkan suasana nyaman dan biaya hidup murah. Bahkan, Rektor ITN pun mengaku sudah jatuh cinta dengan Malang ketika kali pertama berkunjung ke kota ini.
“Waktu itu ada kegiatan sekolah berkunjung ke Malang, saya langsung merasa nyaman dan membayangkan suatu saat bisa tinggal di Malang,” kenangnya.
Keberangkatan Rektor ITN Malang ke Lombok pada 1-3 April lalu juga ditemani Ketua Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LPMB) Ida Bagus Suardika. Ia mengaku sangat terkesan dengan agenda kunjungan yang singkat namun padat itu.
“Saya suka melihat keramahan orang Lombok, toleransi beragama disana dan terutama keindahan alamnya,” ujar pria berdarah Bali ini.
Hal lain yang sangat berkesan dalam hatinya adalah, pandangan bijak masyarakat Lombok yang tak membedakan status negeri maupun swasta. ITN Malang sebagai kampus yang punya banyak prestasi, ternyata mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat disana. Terbukti, SMAN 2 Mataram yang merupakan salah satu sekolah favorit memilih kerja sama dengan ITN Malang.
“Hubungan emosional kami dengan masyarakat Lombok berhasil dijalin dengan baik, bahkan mereka sangat antusias mendengarkan profil kampus ITN Malang,” urainya.
Bahkan, Ida Bagus mengaku ingin kembali ke Lombok untuk menyapa lebih banyak lagi warga disana. Ia berharap bisa bertemu dengan lebih banyak sekolah dan memberikan informasi lengkap mengenai dunia pendidikan di Malang. Mengenalkan kampus teknologi ITN Malang, dan memberi jalan kepada putra daerah Lombok untuk meraih mimpi di Kota Malang. (lailatul rosida/red)