Ketika Napi LP Lowokwaru Menggunakan e-Money

TAK ada lagi peredaran uang di LP Klas I Lowokwaru Malang. Kini warga binaan di penjara peninggalan Belanda itu menggunakan e-money untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Bahkan untuk sedekah pun mereka menggunakan uang yang tersimpan dalam kartu mirip ATM. Bagaimana e-money diberlakukan di LP yang dibangun tahun 1918 itu?

Sejumlah warga binaan antre di pos pintu III dalam area LP Lowokwaru, kemarin siang. Mereka berdiri berjejer sembari memegang sebuah kartu, Brizzi. Antrean di pos pintu III itu karena mereka ingin mengisi uang atau top  up di kartu Brizzi. Uang berasal dari keluarga napi yang membesuk.
Sedangkan petugas  yang melakukan top up menggesek kartu Brizzi di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang memunculkan struk. Dari struk itulah warga binaan LP Lowokwaru mengetahui isi atau jumlah uang dalam kartu mereka.
Di sisi lain, di sebuah toko kecil dalam Blok 5, tampak aktivitas jual beli barang kebutuhan sehari-hari berlangsung. Usai membeli barang berupa sampo dan sabun mandi, napi cukup menyerahkan kartu. Lalu petugas toko menggesek kartu Brizzi di mesin EDC sebagai alat pembayaran. Tak ada lagi antrean menunggu uang kembali di toko dalam LP.
Begitulah situasi jual beli dalam LP seluas 5 hektare itu. Mereka kini bagai memiliki kehidupan baru dengan alat pembayaran baru. Lembaran uang maupun recehan tak tampak dalam LP.
“Pakai kartu lebih praktis. Tidak ribet (cari) uang kembali,” ucap Herry Herianto, warga binaan yang dipercaya menjadi pengelola toko. “Pelayanan lebih cepat,” sambung pria ramah ini.
Setiap warga binaan yang belanja pasti mendapat struk bertuliskan harga barang belanjaan dan sisa uang yang dimiliki dalam kartu Brizzi.
“Kartu Brizzi mulai diberlakukan sejak September 2014 lalu,” kata Kepala LP Klas 1 Lowokwaru, Drs Tholib, Bc.IP, SH, MH.
Awalnya masih sosialisasi, tapi sejak Januari 2015, penggunaan Brizzi diberlakukan secara mutlak. “Sejak Januari 2015 tak ada lagi uang yang beredar dalam LP. Warga binaan tak boleh memegang uang. Semuanya harus dalam bentuk kartu Brizzi,” kata Tholib.
Jika petugas menemukan warga binaan memiliki uang dalam bentuk fresh money langsung disita. “Uang yang disita tak dikembalikan ke warga binaan. Tapi disetorkan ke kas negara,” terangnya.
Pemberlakuan kartu Brizzi ini bekerjasama dengan BRI. Semua peralatan untuk transaksi seperti mesin EDC disediakan oleh bank pelat merah tersebut.  Banyak manfaat yang didapat dari penggunaan electronic money ini. Salah satunya mencegah transaksi penjualan narkoba antar warga binaan maupun pembesuk.
“Manfaat lain yakni tak ada utang piutang antar warga binaan,” tambah Kabid Pembinaan LP Klas 1 Lowokwaru, Karto Rahardjo. Dengan menggunakan kartu tersebut, napi tak bisa utang antar sesama napi. Karena tak ada utang piutang, maka potensi konflik antar warga binaan pun sangat kecil.
Kalau pun utang dalam bentuk barang yang dibeli di toko  menggunakan kartu napi lain, maka peminjam uang pasti datang ke toko bersama pemilik kartu. Itu pun disaksikan pelayan toko sehingga ada saksi yang melihat akad utang piutang tersebut.
Tak hanya itu saja, peluang pungli pun tak ada. Sebab masing-masing warga binaan tak lagi memegang uang cash. Kasubag Kepegawaian LP Klas 1 Lowokwaru, Prayitno mengatakan, penggunaan Brizzi melatih warga binaan dalam merencanakan keuangan. Sebab mereka akan berbelanja kebutuhan hidup dalam LP sesuai kondisi uang. “Jadi mereka akan menggunakan uang sesuai kebutuhan,” katanya.
Saat ini kartu Brizzi bisa digunakan untuk belanja di setiap toko yang berada dalam  area LP. Di LP Lowowkaru terdapat 12 toko dan wartel. Semuanya hanya menerima transaksi menggunakan Brizzi. Bahkan shodaqoh di masjid LP pun dilakukan dengan cara menggesek kartu tersebut. Karena itu di  masjid pun disediakan mesin EDC.
12 toko yang terdapat dalam LP Lowokwaru merupakan layanan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Pengayoman. Pengelolaan kartu Brizzi pun dilakukan oleh KPRI Pengayoman.  
Setiap warga binaan, mulai dari napi hingga tahanan titipan pasti memiliki Brizzi. Setiap napi yang masuk LP Lowokwaru pun pasti diberi kartu tersebut saat pertama kali registrasi.
Saat menyerahkan kartu, petugas LP memberi penjelasan tentang tata cara penggunaannya. Ada dua cara mengisi uang dalam kartu Brizzi. Pertama, yakni dilakukan saat keluarga besuk. Saat membesuk, keluarga menyerahkan uang ke petugas dengan disaksikan napi. Lalu petugas memberikan print out struk.
“Warga binaan mendapat struk dan kartu sehingga mengetahui jumlah saldonya. Semua transaksi pasti memiliki print out,” jelas Prayitno.
Cara kedua yakni transfer dari luar LP. Keluarga napi bisa saja tak datang ke LP melainkan cukup melalui mode isi uang di mesin ATM atau pun transfer. Setelah transfer, keluarga napi harus memberi informasi kepada petugas LP Lowowkaru.
“Tujuannya untuk aktivasi kartu atau active deposite. Petugas akan mencatat dalam register D, yakni register penyimpanan barang-barang berharga,” paparnya. Jika tak diaktivasi, maka warga binaan pemegang kartu tak bisa menggunakan kartu Brizzi untuk belanja walau terdapat saldo.
“Dengan cara ini, Lapas mengetahui jumlah uang yang dimiliki warga binaan dan mudah melakukan kontrol,” kata Prayitno. Jumlah uang yang ditransfer atau dimasukkan dalam kartu pun sudah sangat dibatasi. Maksimal hanya boleh mengisi dengan uang sebanyak Rp 1 juta.  
Kini 1.717 warga binaan LP Lowokwaru sudah terbiasa menggunakan e-money. Awalnya saat sosialisasi, mereka memang sering bertanya. Tapi kini mereka merasa lebih enjoy. Apalagi kartu tersebut lebih praktis. Jika hilang, pemilik kartu langsung melapor ke petugas. Petugas akan memblokir sehingga tak bisa digunakan oleh orang lain yang menemukan. Kartu Brizzi untuk para warga binaan di LP Lowokwaru ini memang berbeda dengan Brizzi pada umumnya, sebab tertulis nama mereka secara lengkap.
Sedangkan jika keluar dari LP, warga binaan tinggal memilih. Masih tetap menggunakan atau tidak. Jika masih ingin menggunakan, maka kartu tak ditarik karena di sejumlah tempat di luar LP pun masih menggunakan kartu tersebut. “Kalau ingin mengembalikan kartu nantinya uang atau saldo yang ada dalam kartu pasti dikembalikan,” pungkasnnya. (van/han)