SMAN 2 Mataram Mantap Pilih ITN Malang

KOTA Malang dengan segala keramahannya menjadi kota impian bagi para pelajar dari berbagai daerah untuk menempuh studi. Termasuk pelajar dari SMAN 2 Mataram. Demi memperjuangkan anak didiknya agar bisa menempuh studi di Malang, SMAN 2 Mataram melakukan kerja sama dengan ITN Malang. Pada Jumat (17/4/15) lalu, Kepala Sekolah dan wakilnya secara khusus bertemu dengan Rektor ITN Malang untuk memulai kerja sama.

Ruang sidang rektor ITN Malang, Jumat lalu terasa hangat. Para pimpinan ITN duduk melingkar di meja rapat. Ada Rektor ITN Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT, Wakil Rektor Bidang Akademik I Wayan Sujana MT serta dekan dan ketua jurusan. Diantara mereka, hadir tiga tamu istimewa dari SMAN 2 Mataram. Yakni Kepala SMAN 2 Mataram Drs. Kun Andrasto, Waka Humas Saepul Ahmad, dan Penasehat Ir. Isya Ashari MT. Lalu Mulyadi menerima rombongan tamu ini dengan tangan terbuka dan penuh antusias.
“SMA 2 Mataram ini adalah sekolah favorit di Lombok, dan kami menyambut baik kerja sama ini,” ungkap Lalu.
Rektor yang juga putra daerah Lombok NTB ini menuturkan apresiasinya terhadap sekolah tersebut. Sekolah bermutu dan memiliki reputasi itu tentunya akan diterima dengan baik oleh ITN. Karena itu, Rektor pun tak segan memamerkan potensi kampus yang dipimpinnya kepada tamunya. Ia mengenalkan perkembangan kampus ITN yang kini memiliki dua kampus, yakni di Bendungan Sutami dan Karanglo. Kampus dua di Karanglo adalah kampus besar dengan luas lahan mencapai 34 hektare. ITN Malang saat ini memiliki dua fakultas yakni Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan serta Program Pendidikan Pasca Sarjana.
“Jumlah mahasiswa yang mendaftar ke ITN ribuan tiap tahunnya, kami berani menjamin bahwa kualitas juga tidak kalah dengan perguruan tinggi lain,” ujarnya.
Jumlah dosen dan mahasiswa di tiap prodi menurutnya sudah ideal dan sesuai dengan aturan Dikti. Kualifikasi dan profesionalitas dosen terus digenjot sehingga pendidikan makin berkualitas. ITN sebagai perguruan tinggi teknologi, diharapkan mampu berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya. Apalagi, lanjutnya, sekarang ini PTN dan PTS memiliki kedudukan sama, yang membedakan hanyalah status akreditasinya.
“Sejak pertemuan ITN dan siswa di NTB, kami bertekad untuk bisa mendidik, meminterkan mereka. Karena di Malang ini perguruan tinggi yang berbasis teknologi hanya ITN. Kami yang tertua, sejak tahun 69, sehingga bisa dibilang sudah dewasa dalam pengelolaan,” bebernya.
ITN Malang memiliki nama besar di Indonesia, sebagai kampus swasta berbasis teknologi dengan dosen-dosennya yang profesional. Inilah kampus yang siap mengantarkan impian para lulusan SMA, SMK. Ke depan, ITN Malang akan semakin gencar mengembangkan teknologi yang bisa diterapkan di masyarakat. Teknologi yang bisa memberikan solusi terhadap tantangan zaman. Untuk itu, ITN Malang juga akan terus menambah tenaga pengajar yang memiliki kualifikasi tinggi. Dosen-dosen bergelar doktor akan terus ditambah, begitu juga dengan fasilitas kampus.
Keramahan para pimpinan ITN Malang ini makin memantapkan SMAN 2 Mataram untuk segera merealisasikan kerja sama. Apalagi menurut Kun Andrasto, mayoritas siswanya begitu mendambakan kuliah di Jawa Timur terutama Malang.
“Dibandingkan kuliah ke pulau lainnya, siswa kami lebih suka kuliah di Jawa Timur. Malang adalah yang paling favorit bagi mereka,” ujarnya.
Pria asal Sragen ini menguraikan, saat ini SMAN 2 Mataram memiliki siswa sebanyak 1679 orang. Dan sebanyak 589 siswa duduk di kelas XII. Selama ini, baru Universitas Brawijaya (UB) saja yang sudah menampung lulusan mereka, namun daya tampungnya masih terbatas untuk 20 orang. Padahal masih ada banyak yang memimpikan bisa studi di Malang. Karena itulah, sekolah ingin menjalin kerja sama resmi antar lembaga agar siswa bisa mendapat prioritas studi di ITN Malang.
“Daya dukung orang tua siswa kami sangat bagus, mayoritas adalah keluarga yang mampu. Karena itu, sekolah berupaya menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi agar anak-anak bisa melanjutkan ke kampus yang terbaik,” harapnya.
Sebenarnya, kata dia, kerja sama serupa sudah dijalin dengan Universitas Diponegoro Semarang. Namun minat ke Jawa Tengah sedikit sekali, siswa lebih memilih bisa studi di Jatim khususnya di Malang.
“Dengan UB kami sudah kerja sama dengan baik, dan sekarang kami ingin menggandeng ITN Malang,” tegasnya.
Kun mengakui, kedatangan tim promosi dan rektor ITN beberapa waktu lalu ke Mataram memberi kesan mendalam bagi mereka. Cara ITN berpromosi sangat menarik, terlebih lagi kampus ini adalah salah satu PTS terbaik dan unggulan.
“Kami ingin anak-anak yang melanjutkan kuliah adalah anak-anak berprestasi, supaya tidak mengecewakan perguruan tinggi yang jadi idola,” harapnya.
Perjuangan para pimpinan di SMAN 2 Mataram ini memang patut diacungi jempol. Mereka rela berkeliling Indonesia untuk mencari perguruan tinggi terbaik yang bisa menampung siswanya. Prestasi dan potensi siswa SMAN 2 Mataram sangat besar, sekolah pun tak ingin menyia-nyiakannya. Yakni dengan cara menggandeng perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang bisa mengantarkan lulusannya menjadi sukses.
“Kami ingin SMAN 2 Mataram ini bisa seperti SMAN 1 dan SMAN 3 Malang, dan seperti sekolah favoritnya yang siswanya banyak diterima di PT berkualitas,” pungkasnya.(lailatul rosida/red)